2 Panti Pijat Diduga Buka Praktik Prostitusi di Tangerang Digerebek Polisi

Panti Pijat
Illustrasi
Dua panti pijat diduga menjadi tempat prostitusi digerebek Polres Metro Tangerang Kota. Penggerebekan itu dilakukan pada Jumat (26/8/2022) malam saat polisi menggelar razia di kawasan Neglasari dan kawasan Cipondoh, Kota Tangerang, Banten.

Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Zain Dwi Nugroho mengatakan, saat penggerebekan dua panti pijat itu ada sebanyak 10 wanita dan 1 orang pria diamankan. Mereka diduga terlibat praktik prostitusi.

“Di apartemen kawasan Neglasari diamankan sebanyak tiga wanita dan seorang pria. Sedangkan di ruko (panti pijat) kawasan Cipondoh diamankan sebanyak enam terapis dan satu orang wanita sebagai penyedia panti pijat plus-plus,” ujar Zain, Sabtu, (27/8/2022).

Pengungkapan kasus TPPO (Tindak Pidana Perdagangan Orang) di wilayah Neglasari dilakukan oleh Sat Reskrim Polsek Neglasari.

Sedangkan pengungkapan di wilayah Cipondoh yang berkedok tempat refleksi dilakukan oleh Sat Reskrim Polres Metro Tangerang Kota. “Penggerebekan kami lakukan berdasarkan informasi dari masyarakat,” jelas Zain.

Pelaku di kawasan Neglasari diduga melakukan praktik prostitusi secara online.

Sehingga mereka disangkakan Pasal 296 dan 506 KUHP dan atau Pasal 27 ayat (1) Jo Pasal 45 Ayat (1) Undang-Undang (UU) Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU No 11 Tahun 2018 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Sementara itu, kepada pelaku di kawasan Cipondoh yang berkedok tempat refleksi disangkakan dengan Pasal 296 KUHP dan atau Pasal 506 KUHP perbuatan prostitusi.

Dalam rangka penegakan Perda Nomor 8 Kota Tangerang tentang prostitusi, kegiatan ini akan secara masif dilakukan ke depannya. Zain mengatakan hal itu sejalan dengan moto Kota Tangerang yaitu “Akhlakul Karimah”.

Artikel SebelumnyaPekalongan Geger, Ritual Dukun Palsu Potong Payudara Hingga Alat Vital
Artikel BerikutnyaHeboh! Firdaus Oiwobo Sebut Orang yang Tak Percaya Dukun adalah Atheis dan Komunis