2 Pejabat Bank BPR Syariah di Cilegon Jadi Tersangka Korupsi

Pejabat bank
Dua pejabat Bank Pembiayaan Rakyat Syariah Cilegon Mandiri (BPRS-CM) Kota Cilegon ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi oleh penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Cilegon.

Kedua pejabat bank tersebut, yaitu Direktur Bisnis BPRS-CM Idar Sudarma dan Manager Marketing Tenny Tania sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pada BPRS-CM.

Penetapan kedua pejabat bank pada BUMD Kota Cilegon sebagai tersangka tersebut dilakukan dalam konferensi pers di Kantor Kejari Cilegon pada Rabu, 13 April 2022.

Penyidik menetapkan keduanya sebagai tersangka setelah melakukan serangkaian pemeriksaan terhadap tersangka dan sejumlah saksi.

“Dari hasil penyidikan selama ini didapatkan bukti permulaan untuk menetapkan dua orang tersangka yaitu IS selaku Direktur Bisnis dan selaku komite pembiayaan. Selain IS juga tersangka TT selaku Manager Marketing BPRS-CM dan menjabat Komite pembiayaan BPRS-CM,” ujar Kasipidsus M Ansari.

Ansari mengatakan, kedua tersangka telah melakukan perbuatan melawan hukum atau menyalahgunakan wewenang dengan menyetujui pembiayaan atas nama diri mereka sendiri dan orang lain tanpa prosedur yang telah ditetapkan.

Kemudian dari hasil penyidikan, nama orang lain yang disebutkan dalam pembiayaan itu tidak mengetahui jika namanya digunakan untuk pembiayaan di BPRS-CM. Jumlah pembiayaan yang telah disalurkan adalah Rp21,25 miliar.

“Pembiayaan tersebut telah mengakibatkan kredit macet dan menyebabkan kerugian negara,” kata Ansari.

Setelah ditetapkan sebagai tersangka, dua pejabat bank ini digelandang ke Rumah Tahanan (Rutan) Serang untuk ditahan.

“Kedua tersangka telah memenuhi syarat objektif dan subjektif penahanan, dilakukan penahanan di Rutan Serang selama 20 hari terhitung hari ini,” ujar Ansari.

Kasus dugaan korupsi pada pemberian pembiayaan oleh BPRS-CM dari tahun 2017 hingga 2021 itu mulai naik tahap penyidikan pada Rabu (5/1) lalu.

Hal itu berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Nomor : Print – 01 /M.6.15/Dd.1/01/2022 tanggal 5 Januari 2022. Setelah surat perintah penyidikan tersebut terbit, penyidik bergerak cepat untuk mengamankan barang bukti dengan melakukan penggeledahan di kantor BPRS-CM.

Selain telah memeriksa puluhan saksi, Kejari Cilegon pun sudah menyita sejumlah aset baik tanah maupun bangunan yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut

Artikulli paraprakPohon Besar di Rangkasbitung Tumbang Usai Diterjang Angin Puting Beliung
Artikulli tjetërLansia Berusia 75 Tahun Ditemukan Tewas Saat Memancing di Kali Kranding