Perajin Gula Nipah di Cilacap, di Serang Oleh Babi Hutan dan Monyet

293
Serangan babi hutan dan monyet bagi penderes nipah di Kawasan Laguna Segara Anakan, Cilacap, Jawa Tengah
Cilacap – Serangan babi hutan dan monyet bagi penderes nipah di Kawasan Laguna Segara Anakan, Cilacap, Jawa Tengah, Babi hutan dan monyet seringkali merusak wadah penampung nira sehingga hasil sadapan terbuang percuma.

Seperti diutarakan perajin gula nipah di Desa Ujungmanik, Kecamatan Kawunganten, Sumitro, berbeda dengan nira kelapa yang terletak tinggi di atas pohon, nira nipah hanya berada sekitar 50-120 sentimeter dari atas permukaan tanah. Akibatnya, celeng atau babi hutan bisa merusak wadah nira. “Kalau yang di hutan sana dirusak sama babi hutan dan monyet. Sering tinggal wadahnya,” ucapnya, Minggu (16/2/2020).

Dia mengatakan, sebagian besar perajin gula Nipah memang menggunakan plastik untuk mewadahi nira sadapan. Itu dilakukan lantaran keterbatasan modal untuk pengadaan wadah yang lebih kuat.

Namun begitu, dia pun tak yakin apakah setelah diganti menjadi bahan plastik padat nira akan aman. Pasalnya, babi hutan atau monyet punya tenaga besar untuk menumpahkan atau merusak wadah nira mereka. “Tidak pasti aman juga. Karena ada juga yang sudah menggunakan jeriken tetap rusak,” katanya.

Loading...

Sumitro kini memilih menyadap nipah di kawasan yang terpisah dari hutan mangrove, atau lebih dekat ke permukiman. Di kawasan yang berdekatan dengan desa, sadapan lebih aman dari serangan monyet dan babi hutan.

Namun, itu pun tak lantas membebaskan sadapan dari hama. Sebab, ada hewan perusak lainnya, yakni kepiting, semut dan tikus. “Masih ada kepiting. Kepiting itu kalau ketinggiannya kurang dari 60 sentimeter bisa naik ke pohon, terus merusak wadah nira,” ucapnya.

Dia mengaku hingga kini belum bisa menanggulangi serangan hewan-hewan ini. Satu-satunya jalan yakni dengan melakukan pencegahan. Caranya yakni dengan membersihkan area sekitar sadapan sehingga tidak menjadi tempat tinggal tikus, kepiting atau semut.

“Kerusakaannya kadang besar juga. Tapi sering-seringnya sih tidak terlalu banyak,” ungkapnya.

Facebook Comments

Loading...
loading...