Radioaktif di Batan Indah, Serpong Diduga Merupakan Limbah Industri

266
Tangerang Selatan, Indeks News Banten – Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) mengaku sudah mengetahui sumber limbah radioaktif di perumahan Batan Indah, Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel). Namun, Batan enggan menjelaskan lebih jauh.

“Penelitian untuk identifikasi, sebenarnya sudah ketahuan. Kita sudah ada, kita sudah tahu sumbernya. Saat ini masih ada yang tertinggal di sini, itu saja,” kata Kepala Biro Humas dan Kerja Sama Batan, Heru Umbara, di perumahan Batan Indah, Serpong, Tangsel, Senin (17/2/2020).

Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie mengatakan, limbah radioaktif yang diduga limbah dari pabrik industri bukan merupakan otoritas Pemerintah Kota Tangerang Selatan.

“Enggak lah, bukan kecolongan, ini mah di luar otoritas kita, di luar pengetahuan kita, di luar kompetensi pemkot,” kata dia seperti dikutip Kompas.com di lokasi zat radioaktif perumahan Batan Indah Tangerang Selatan, Minggu (16/2/2020).

Loading...

Meski demikian, Benyamin mengatakan Pemkot Tangerang Selatan akan memikirkan langkah selanjutnya apabila terbukti pembuang limbah radioaktif tersebut merupakan industri di wilayah Kota Tangerang Selatan.

“Kalau nanti emang ini terbukti limbah industri, tentunya pemerintah kota akan mengambil langkah yang tepat,” kata dia.

Benyamin mengatakan akan mengajak Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) untuk memutuskan langkah yang tepat pada industri yang membuang limbah tersebut apabila terbukti.

“BATAN yang paling tahu kondisi seperti ini, ancaman-ancaman seperti ini, ancamannya seperti apa,” kata dia.

Wakil Wali Kota Tangerang Selatan ini juga mengklaim Pemkot Tangerang Selatan sudah melakukan pengawasan terhadap industri secara rutin.

Kepala Biro Humas Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) Indra Gunawan mengatakan, masih belum bisa menentukan dari mana zat radioaktif dengan nama Cs 137 tersebut berasal.

Namun, lanjut dia, kemungkinan besar zat tersebut berasal dari limbah industri karena Cs 137 sering digunakan sebagai sensor dalam pengukuran suatu produk industri.

“Populer di bidang industri khususnya untuk mengukur ketebalan, tebal tipis untuk ukuran tertentu untuk pabrik kemasan minuman kaleng dan botol untuk memastikan isinya sama,” kata dia, (***).

Facebook Comments

loading...