Pembacokan di Bojonegara, Serang, Kapolda Banten Minta Pelaku di Hukum Berat

528
Kapolda Banten Irjen Agung Sabar santoso
Serang, Indeks News Banten – Kapolda Banten Irjen Agung Sabar santoso meminta otak pembacokan yang terjadi di kampung Pangrango Dukuh, Desa Pengarengan, Kecamatan Bojonegara, Kabupaten Serang, pada Senin (16/2/2020), di hukum berat.

“Saya bilang, proses sesuai dengan ketentuan yang ada, bila perlu kasih ancaman berat karena itu sudah direncanakan, apalagi sudah main keroyok segala macam,” kata Agung kepada wartawan di Kota Serang, Banten, Selasa (18/2/2020).

Peristiwa yang menewaskan Khaerul Anwar (40), korban merupakan adik dari Kepala Desa Pengarengan, Saifulloh. korban mengalami bacokan senjata tajam pada bagian tangan, bahu, kepala, dan bagian kaki.

Agung menyebut bahwa kasus pembacokan yang dilakukan 7 orang dan diotaki mantan kades, Nasrudin. Dia sudah meminta personel satu kompi Brimob Polda untuk melakukan pengamanan agar tidak ada pengerahan massa. Tokoh masyarakat di lokasi kejadian juga sudah diimbau agar menenangkan warga.

Loading...

“Kita antisipasi supaya tidak melebar ke masyarakat, ke tokoh supaya tidak mengerahkan massanya, percayakan pada kepolisian untuk menuntaskan kasus ini,” ujarnya.

Polres Cilegon yang menangani kasus ini juga diminta untuk menyelesaikan kasus dengan cermat. Begitu bukti dan saksi sudah lengkap, berkas akan segera dilimpahkan ke kajaksaan.

Aksi ini diotaki oleh Nasrudin yang merupakan mantan kapala desa setempat dan menewaskan 1 orang. Sedangkan 2 korban lainnya luka berat dan masih dirawat intensif di RSUD Cilegon.

“Pemicunya yang pertama karena masih ada riak-riak Pilkades kemarin karena Nasrudin ini merupakan calon yang kalah bersaing dengan kepala desa terpilih Pak Saifulloh ini,” kata Kapolres Cilegon AKBP Yudhis Wibisana,(***).

Facebook Comments

Loading...
loading...