Pembangunan Rusunami di Ciputat, Timbulkan Debu Dan Ganggu Aktifitas Sekolah

227
Proses Pembangunan rusunami di kawasan Bukit Indah, Serua, Ciputat, Tangerang Selatan, menuai protes dari Sekolah Ash Shiddiqiyah
Tangerang Selatan, Indeks News Banten – Proses Pembangunan rusunami di kawasan Bukit Indah, Serua, Ciputat, Tangerang Selatan, menuai protes dari Sekolah Ash Shiddiqiyah , Rabu (19/2/2020).

Kepala Sekolah Ash Shiddiqiyah Paisal Airpin mengatakan, proses pembangunan rusunami tersebut mulai dibangun sekitar 4 atau 5 tahun lalu. Pembangunan itu pun dinilai mengganggu proses kegiatan belajar dan mengajar karena adanya alat berat yang masuk ke lahan sekolah.

“Dulu sih kita diam saja dengan bunyi berisik, bahkan dengan alat berat crane panjangnya masuk ke lahan kita. Kita waktu itu ya sudah biarkan saja,” kata Paisal.

Namun, seiring waktu proses pembangunan yang belum selesai, sekolah tersebut terus merasa terganggu. Salah satunya dengan debu pembangunan yang masuk ke dalam kelas saat proses belajar mengajar berlangsung.

Loading...

“Tapi, makin ke sini kok makin tidak nyaman dibuatnya. Misal sampah-sampah proyek lagi angin kencang itu bisa ke ruang belajar debu dan pasirnya. Kemudian bau pesing, memang ada di lahan mereka, tapi tetap bau pesing,” ucapnya.

Proyek di bawah pengembang PP Urbantown Serpong tersebut akan meminimalisasi debu yang disebut masuk ke ruang kelas sekolah yang bersebelahan dengan proyek itu sehingga mengganggu proses belajar mengajar.

“Soal debu PP Urban berusaha meminimalisasi debu dari proyek kita dengan memasang jaring. Kalau ada sumber gangguan, PP Urban siap berkoordinasi dan menyelesaikannya,” kata Humas PP Urbantown Serpong, Dianike, saat dikonfirmasi, Rabu (19/2/2020).

Namun, kata Dianike, untuk alat berat crane yang panjangnya juga dikeluhkan karena memasuki pelataran sekolah, tidak dapat ditoleransi. Sebab, telah sesuai standar keselamatan Dinas Tenaga Kerja.

“Soal TC (tower crane), bahwa TC yang kita miliki sudah sesuai aturan dan sudah dicek oleh Disnaker soal keselamatannya,” ucapnya.

Menurut Dianike, saat ini pihaknya telah melakukan mediasi kepada pihak sekolah dan warga setempat guna mencari jalan keluar permasalahan tersebut.

“Sudah, kita sudah beberapa kali bertemu dan yang terakhir dihadiri perangkat RT, RW, dan kelurahan,” kata dia.

Sebelumnya, pihak Sekolah Ash Shiddiqiyah mengeluhkan proses pembangunan rusunami yang lokasinya berada di belakang sekolah. Pasalnya, debu dari proses pembangunan kerap memasuki ruang kelas pada saat proses belajar dan mengajar berlangsung.***

Facebook Comments

Loading...
loading...