Hari Pertama Lockdown di India Terjadi Kekacauan Pelayanan Belanja Dering

187
New Delhi – Hari pertama penerapan lockdown di India terutama di kota-kota besar seperti New Delhi, Mumbai, dan Bengaluru, membuat masyarakat memadati toko-toko swalayan dan apotek di hari pertama penerapan lockdown untuk memerangi wabah virus corona, Rabu (25/3/2020).

Perdana Menteri Narendra Modi dan para pakar kesehatan memperingatkan bahwa sekitar 1,3 miliar orang di negara itu bisa saja mengalami gelombang infeksi virus corona jika langkah karantina (Lockdown) wilayah ini tidak segera diambil. Saat ini sudah ada 536 kasus COVID-19 dengan 10 kasus berujung kematian.

Menurut Modi, pemberlakuan karantina (Lockdown) di seluruh India bertujuan untuk menahan penyebaran virus corona agar tidak sampai ke kota-kota kecil di negara itu.

“Setiap distrik, setiap jalanan, setiap desa, semua akan ditutup,” kata Modi, sekaligus menyatakan bahwa siapa pun tidak akan diizinkan keluar rumah dalam waktu tiga pekan mendatang.

Loading...

Di India, rasio ketersediaan akomodasi rumah sakit terbilang sangat kecil. Angkanya hanya 0,5 untuk setiap 1.000 orang, jauh dibandingkan dengan Tiongkok yang mencapai 4,3 atau Italia yang sedikit di bawah yakni 3,2.

Dengan penutupan perbatasan, antrean truk pengangkut susu, buah-buahan, dan sayuran mengular di jalan tol, sekalipun Modi menyebut bahwa pelayanan vital di seluruh wilayah negaranya masih akan berjalan normal.

Sementara itu, layanan belanja daring juga mengalami kekacauan. Misalnya, perusahaan dagang elektronik Flipkart telah menangguhkan pelayanan, layanan pesan antar kebutuhan sehari-hari milik Amazon India juga tidak lagi tersedia di beberapa kota.

Anthony Thomas, pegawai di toko daring layanan pesan antar yang biasanya mendistribusikan 150 liter susu ke seluruh wilayah New Delhi, menyebut dia diminta atasannya untuk bekerja dari rumah.

“Belum ada informasi mengenai pasokan untuk besok,” kata Thomas.***

Facebook Comments

Loading...
loading...