Miris! Puluhan Buruh PT Grasindo Primasukses Kena PHK Tanpa Pesangon

1
Miris ! Puluhan Buruh PT Grasindo Primasukses Kena PHK Tanpa Pesangon

Serang – Puluhan buruh PT Grasindo Primasukses yang berlokasi di Kawasan Industri Pancatama kecamatan Cikande Kabupaten Serang mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

PT Grasindo Primasukses dinilai tidak bertanggung jawab atas pembayaran pesangonnya.

Maka dari itu, buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) PT Grasindo Primasukses mendirikan Posko Solidaritas terhadap 63 buruh dengan masa kerja 10-16 tahun yang pesangonnya tidak dibayar oleh perusahaan.

“Kami dianggap mengundurkan diri oleh perusahaan karena kami tidak menyepakati rencana perusahaan rolling karyawan (dirumahkan) dengan upah di bayar setengah, dalihnya dampak virus Corona, prosesnya ini dari bulan Maret, saat ini perusahaan hanya mampu bayar dua bulan gaji sambil dicicil tentu kami menolak dan bertahan memperjuangkan hak-hak kami 100 persen,” ucap Tasori Ketua PUK FSPMI PT Grasindo Primasukses Kepada Indeksnews di Posko Perjuangan. Rabu, 20 Mei 2020.

BACA JUGA: Pemda Kota Tangerang Segera Atasi Aliran Sampah Di Sungai Cisandane

Tasori menjelaskan selama dua bulan terakhir telah melakukan upaya audiensi dan mediasi baik dengan perusahaan atau pun dengan Disnaker. Namun perusahaan tetap abai terhadap tuntutan buruh untuk dibayar pesangonnya.

Indeks News Banten - 955db540 7507 4ae7 b38b 189b929686dd
Buruh berhasil mendirikan Posko perjuangan digerbang perusahaan. Namun mereka dipaksa bergeser kesamping karena dianggap menghalangi aktivitas perusahaan

“Beberapa tahun terakhir perusahaan ini semenjak ada kebijakan kemudahaan impor perusahaan beralihlah yang awalnya beli bahan baku sekarang beli bahan setengah jadi tapi langsung bisa dijual, dampaknya seolah-seolah buruh nganggur enggak ada kerjaan itu yang dimanfaatin sama perusahaan, ditengah covid-19 untuk melakukan PHK tanpa memenuhi hak-hak buruh,” tuding Tasori.

Perlu diketahui, setelah aksi demonstrasi tertanggal 4 Mei 2020. Mereka mendirikan posko perjuangan, mereka berjaga secara bergantian.

Sebelumnya, Buruh berhasil mendirikan Posko perjuangan digerbang perusahaan. Namun mereka dipaksa bergeser kesamping karena dianggap menghalangi aktivitas perusahaan yang mengaku tutup dan tidak produksi adapun terjadi aktivitas perusahaan mengaku untuk menyelesaikan sisa orderan yang belum selesai. Menurut keterangan buruh setiap mobil yang masuk ke perusahaan dikawal oleh pihak keamanan.

BACA JUGA:  PPATK Catat Ada 422 Rekening Indonesia Penampung Kejahatan Siber

Rata-rata pekerja telah memiliki anak, ditengah pandemi mereka mengaku kesulitan dalam menjalani hidup bahkan ada yang sampai menjual perkakas rumah demi menyambung hidup.