Pesangon Belum Dibayarkan, Buruh PT Grasindo Primasukses Yang di PHK Kembali Diami Posko

2
Pesangon Belum Dibayarkan, Buruh PT Grasindo Primasukses Yang di PHK Kembali Diami Posko
Puluhan Buruh PT Grasindo Primasukses Kembali Diami Posko
SERANG, Indeks News Banten – Berawal dari penolakan terhadap keputusan perusahaan untuk merumahkan para Buruh dengan dibayar 50 persen gaji sebagai dampak Covid-19. Puluhan Buruh PT Grasindo Primasukses melakukan protes dengan mogok bekerja dan mendirikan posko disekitar perusahaan.

Perselisihan antara pengusaha dan buruh yang sudah berjalan 2 bulan ini telah beberapa kali dilakukan mediasi baik diperusahaan dan dinas tenaga kerja. Dimana buruh menuntut pesangon kepada perusahaan dikarenakan mereka menilai bahwa mereka di PHK murni.

Saat ini buruh sedang menunggu Anjuran dari disnaker terkait perselisihan tersebut apakah mereka tergolong melakukan pengunduran diri, di Pecat atau dipekerjakan kembali.

Namun, kemarin (26/5/2020) pihak perusahaan mendatangkan 3 orang Satuan Pengamanan (Satpam) dari Yayasan dengan alasan bahwa perusahaan tersebut tidak memiliki satpam yang sesuai SOP dan satpam yang lama dipindahkan pada bagian lain.

Hal ini memicu buruh yang sedang berselisih dengan pengusaha berbondong-bondong kembali mendiami posko bahkan sempat memblokir gerbang dan adu mulut dengan pihak keamanan perusahaan.

BACA JUGA: KPU Minta Tambahan Dana Pilkada 2020,Untuk Pengadaan APD

Karena kejadian ini, pada hari Rabu, (27/5/2020) atas inisiatif pihak perusahaan dilakukan pertemuan khusus bertempat di PT Grasindo Primasukses antara pengusaha dengan buruh yang diwakili oleh Isbandi selaku Konsulat Cabang (KC) Federasi Setikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), pula hadir dalam pertemuan tersebut Kapolsek Cikande beserta Anggota.

Isbandi menyampaikan hasil pertemuan tersebut kepada buruh yang mendiami Posko bahwa perusahaan memastikan tidak akan ada perekrutan tenaga kerja baru lagi.

“Perusahaan ini sudah tidak produksi lagi penyampaian pak Sugianto cuma trading saja (beli barang jadi siap jual -red). Untuk apa itu, yaitu untuk temen-temen yang didalam (masih bekerja) sambil mempersiapkan untuk persiapan temen-temen. Kasus temen-temen kalo memang temen-temen menerima itu (Dibayar 2 bulan gaji) kita clear, tapi kalo enggak proses berlanjut,” papar Isbandi Kepada Buruh Di Posko. Rabu, (27/5/2020).

BACA JUGA:  Kronologis Petugas PLN di Tangerang Tewas Tersengat Listrik

BACA JUGA: Fraksi PKB DPRD PROV BANTEN Meminta Pemerintah, Baik Pusat Maupun Daerah Memperhatikan Pondok Pesantren (Ponpes) Yang Ada di Banten.

“Tapi tekankan apabila ada perekrutan tidak boleh menerima karyawan baru, kasus kita tetap berjalan pemanggilan pun berasal dari temen-temen sekarang yang ada. Umpanya ketika ada perekrutan tidak ada orang luar atau orang baru temen-temen boleh cek itu kita kondusifkan saja dan saya menyampaikan bahwa tidak ada lagi penambahan dari security udah ga ada lagi tuh orang orang baru jadi cukup selesai disini,” lanjutnya.

Indeks News Banten - b4f5bec1 e40e 40ca 8bcc 94e9cb1c94b4
Inisiatif pihak perusahaan melakukan pertemuan khusus bertempat di PT Grasindo Primasukses antara pengusaha dengan buruh yang diwakili oleh Isbandi selaku Konsulat Cabang (KC) Federasi Setikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), pula hadir dalam pertemuan tersebut Kapolsek Cikande beserta Anggota.

Kemudian Isbandi menjelaskan langkah kedepan pihaknya menunggu mediasi terakhir dari dinas tenaga kerja.

“Kita tinggal menunggu mediasi terakhir dari dinas tapi yakinkan saja temen-temen tetap pantau boleh kalo ada perekrutan orang baru sampaikan kepada bapak kapolsek karena tadi jaminannya bapak kapolsek (saksi kesepakatan buruh dengan pengusaha -red) nanti kita bikin perjanjian tertulisnya supaya ini menguatkan temen-temen. Kasus ini belum jelas penawaranya masih di 2 bulan kita ga mau itu kan temen-temen artinya kita tetap proses berjalan tapi sudah ada jaminan bahwa tidak ada perekrutan karyawan baru diluar temen-temen,” jelasnya.

Senada dengan itu, Kapolsek Cikande mengatakan bahwa dalam kondisi ekonomi yang melemah pihak perusahaan sudah tidak melakukan produksi.

“Dari perusahaan memang stop kegiatan produksi terkait situasi ekonomi yang melemah,” singkatnya.(oma)