Terkait Aksi Protes Warga di Serang Dengan Memancing Ikan Dijalan, Kades: Kami Merasa Dibohongi

2
Terkait Aksi Protes Warga di Serang Dengan Memancing Ikan Dijalan, Kades: Kami Merasa Dibohongi
Ditemani ajudannya Suherman Pratama mulya meninjau kembali jalan tersebut pada Rabu, 27 Mei 2020
Serang – Terkait dengan protes jalan kabupaten oleh warga kampung Ciawet Pasir Waru RT.011 RW.002 Desa Majasari Kabupaten Serang dengan aksi protes memancing ikan ditengah jalan tertanggal 24 Mei 2020.

Kepala Desa Majasari, Suherman Pratama Mulya, tegaskan bahwa jalan tersebut telah dihibahkan kepada pemerintah kabupaten sejak tahun 2016 dan akan dibangun sampai perbatasan dengan desa Pasirbuyut pada bulan empat 2020.

“Kami juga merasa di bohongi oleh pemerintah kabupaten menurut informasi dari kecamatan kasi Ekonomi dan pembangunan dan Pak Camat Jawilan menyampaikan dalam Musrenbang kabupaten bahwa lokasi jalan tersebut sampai dengan desa Pasirbuyut mau di bangun tahun 2020. Namun kita kecewa ternyata untuk realisasinya malah dialihkan ke desa Pasirlimus kecamatan Pamarayan,” paparnya.

Indeks News Banten - jawilan 1
Jalan Kabupaten yang para warga sempat protes dengan melakukan aksi memancing ikan di jalan

BACA JUGA: Penyelesaian Pesangon Buruh PT Grasindo Tidak Kunjung Selesai, Disnakertrans Serang Akan Panggil Pengusaha

“kenapa desa tidak menganggarkan untuk jalan tersebut tahun 2020, karena dari Dinas PU kabupaten sudah tiga kali mengukur jalan tersebut dan akan dibangun di 2020. Makanya desa menganggarkan pembangunan di 2020 ke kampung kalapa dua dan kadeper. Itupun dana pengalokasiannya sudah dipangkas lagi untuk penanganan dampak covid 19,” keluhnya.

Suherman, juga menerangkan jika dianggarkan pihaknya khawatir akan terjadi bentrok anggaran.

“Jadi biar tidak tumpang tindih antara kabupaten dan desa maka desa tidak menganggarkan untuk itu terlebih sudah ada bahasa akan dibangun bulan empat tahun 2020 namun malah dialihkan ke desa pasirlimus kecamatan pamarayan terlebih itu adalah jalan kabupaten dan kewenangan serta kewajiban mereka toh,” jelasnya.

Pihaknya mengatakan bahwa sudah berusaha maksimal dari 2017 sampai 2019 sudah beberapa kali mengirimkan proposal pembangunan tersebut. Terkait pengalihan, bukan hanya masyarakat dirinya pun kecewa.

BACA JUGA:  Tidak Tahan Goyangan Teman Kencannya, Kakek 60 Tahun Akhirnya Tewas

“Dengan adanya protes warga saya sih bersyukur sebenarnya, cuma jangan menyudutkan desa itu aja, kami sudah bekerja secara maksimal,” tegasnya.

Senada dengan itu, Tokoh muda kampung ciawet pasir waru setelah masyarakat mengetahui bahwa anggran pembangunan

“Seharusnya yang dilakukan oleh Pemkab dan Dinas terkait ketika sudah mengetahui perihal jalan rusak adalah tentunya langsung memperbaikinya. Apalagi ketika sudah dibicarakan akan segara dibangun. Karena jalan adalah salah satu akses utama masyarakat dalam segala hal,” komentar Pardie juga salah satu Anggota dari Himpunan Mahasiswa Jawilan (HIMAJA).

Menjawab kapan jalan tersebut akan segera dibangun, Kabid Bina Marga DPUPR kabupaten Serang Yadi Priyadi sampai berita ini diterbitkan belum bisa di konfirmasi. Dihubungi melalui whatsapp-nya di nomor 08777156xxxx, tidak menjawab meski terlihat sedang online.(oma).