Hari Lahir Pancasila, Dhimas: Setiap Generasi Bertanggung Jawab Mewarisi Ingatkan Sejarah

549
3
Serang – Dhimas Maulana Hadi, selaku Sekretaris DPC Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Lebak pada Peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni tahun 2020 mengatakan bahwa setiap generasi bertanggung jawab mewarisi ingatan sejarah.

“Sebenarnya dengan ditetapkannya 1 Juni sebagai hari lahir Pancasila, bisa dijadikan sebagai refleksi, bahwasanya setiap generasi bertanggung jawab terhadap mewarisi ingatan sejarah dengan cara mengedukasi diri dengan proses pencarian-pencarian bukti sejarah,” kata Dhimas saat diwawancarai Indeksnews Banten. Senin, 1 Juni 2020.

Menurutnya ada yang meyakini pancasila itu lahir 1 Juni, 22 Juni, dan 18 Agustus. Finalnya, lewat Kepres Nomor 24 tahun 2016 tentang penetapan 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila.

Kala itu, 1 Juni 1945 dihadapan sidang BPUPKI Sukarno dalam rangka mencari dasar negara Indonesia merdeka untuk pertama kalinya Sukarno menawarkan Pancasila sebagai dasar negara Indonesia dan secara aklamasi usulan Sukarno diterima.

BACA JUGA: Kronologi Terduga Teroris di Kalimantan Selatan Serang Polisi hingga Tewas

“Kita sudah sepakat bahwa hari lahir pancasila itu 1 Juni, pemerintah sudah menetapkan ini. Jadi perbedaan sudut pandang, perbedaan berbagai pandangan itu segera diselesaikan. Mari kita sama-sama mengawal untuk memanifestasikan dalam kehidupan kita sehari-hari, jangan sampai pancasila itu sendiri menciptakan perdebatan padahal pancasila bertujuan untuk menciptakan persatuan,” tegas Dhimas lulusan STKIP Setia Budhi Rangkasbitung ini.

Lanjutnya, Dhimas mengajak masyarakat mengedukasi diri dengan berbagai macam pengetahuan sejarah.

“Hal ini akan berpengaruh terhadap pembentukan karakter kebangsaan, jika generasi sekarang tidak mempelajari sejarah dan terbuai akan kemajuan teknologi di era globalisasi, dikhawatirkan dimasa depan akan mengalami keropos identitas kebangsaan, sehingga menjadi pribadi yang tidak memiliki jadi diri,” ajaknya. (Oma).

BACA JUGA:  Edhy Prabowo Mundur Dari Kabinet dan Partai Gerindra