Satpol PP Tangsel ,Amankan 11 Pasangan Muda Mudi Kepergok Ngamar

1
SATPOL PP TANGSEL
TANGSEL,Sedikitnya 11 pasangan muda mudi diamankan tim Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Sabtu (30/5/2020). Mereka diamankan saat dipergoki ngamar di RedDoorz Ciputat.

Razia Satpol PP itu sendiri dilakukan menyusul maraknya informasi beredar dari masyarakat, bahwa penginapan RedDoorz banyak kedatangan tamu kalangan remaja. Terlebih, saat ini masih berlangsung PSBB di Tangsel.

Kesebalas pasangan mesum ini diamankan setelah petugas Satpol PP mengecek satu per satu kamar di hostel RedDoorz. Kemudian didapati 11 pasangan di dalam kamar tanpa bisa menunjukan bukti buku nikah sebagai pasangan suami istri.

“Totalnya ada 11 pasang atau 22 orang, 3 pasang di antaranya masih berstatus di bawah umur, masih SMK. Jadi 2 pasang yang di bawah umur ini kedapatan di dalam kamar masing-masing melakukan hubungan suami-isteri, sedangkan sepasang lainnya baru mau check in di resepsionis,” kata Kepala Bidang (Kabid) Penegakan Perundang-undangan Satpol PP Tangsel, Sapta Mulyana, Minggu (31/5/2020).

Saat ditanya oleh petugas Satpol PP pasangan tersebut pun mengaku ingin berbuat layaknya pasangan suami istri.

“Kita interogasi yang sepasang ABG baru mau check-in, ya akhirnya mengaku juga mau berbuat hubungan suami-istri di dalam kamar,” terang Sapta.

Kesebelas pasangan yang digerebek, selanjutnya dibawa ke Kantor Satpol PP Tangsel untuk dilakukan pembinaan dan diserahkan ke orang tuanya masing-masing.
.
“Orang tua mereka pada kaget atas perilaku anak-anaknya dan berterima kasih kepada Satpol PP Tangsel. Sebelum diserahkan ke orang tuanya dilakukan pembinaan dan membuat surat pernyataan,” ujar Sapta.

Pemilik hotel sendiri dianggap telah melanggar ketentuan Perda Nomor 9 Pasal 40 Tahun 2012 tentang Ketertiban Umum. Pengelola juga secara terang-terangan mengangkangi ketentuan PSBB yang mengharuskan semua tempat usaha penginapan tutup.

BACA JUGA:  Pelaku Pencabulan Bocah 10 Tahun di Tangsel, Dihadiahi Timah Panas Oleh Polisi

“Tempat-tempat itu harusnya tutup saat PSBB. Pemilik sudah kita panggil tadi, tapi yang datang bukan pemilik utamanya, jadi jawabannya agak bingung. Kita tetap jadwalkan pemanggilan kepada pemilik utamanya. Indikasi pelanggarannya bisa disanksi penutupan,” pungkasnya.