Harga 8 Bahan Pokok Turun Usai Lebaran

400
bahan pokok
JAKARTA – Sepanjang Mei lalu, delapan harga bahan pokok tercatat mengalami penurunan harga. Pada beberapa komoditas, penurunan harga tersebut tak terlepas dari intervensi pemerintah melalui kebijakan impor.

Kendati begitu, sejumlah harga bahan pokok tercatat mengalami kenaikan harga seperti bawang merah, daging sapi kualitas 1, cabai rawit merah, serta cabai rawit hijau. Berdasarkan perkiraan Bank Indonesia, laju inflasi Mei 2020 yang bertepatan dengan bulan Ramadan dan lebaran 2020, tidak akan tinggi seperti pada tahun-tahun sebelumnya.

Menurut catatan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) berikut adalah delapan komoditas pangan bahan pokok yang mengalami penurunan sepanjang Mei 2020, termasuk hingga pasca lebaran lalu:

daftar harga

Pertama, penurunan harga terbesar terjadi pada komoditas bawang putih ukuran sedang, sebesar Rp 5.050 per kilogram.

Kedua, gula pasir lokal yang turun harga dari Rp 18.00 menjadi Rp 16.850 per kg.

Ketiga, gula pasir kualitas premium juga turun sebesar Rp 400 per kg dari Rp 18.250 menjadi Rp 17.850 per kg.

Keempat, minyak goreng curah dari Rp 12.200 menjadi Rp 11.950 per kg.

Kelima, telur ayam ras segar yang kerap dibutuhkan masyarakat menjelang lebaran juga mengalami penurunan harga dari Rp 24.950 per kg menjadi Rp 24.550 per kg.

Keenam, minyak goreng kemasan bermerek turun Rp 50 per kg dari Rp 14.750 menjadi Rp 14.700 per kg.

Ketujuh, beras kualitas bawah I turun Rp 50 per kg dari Rp 10.900 menjadi Rp 10.850 per kg.

Kedelapan, beras kualitas medium I juga turun harga Rp 50 per kg dari Rp 12.000 per kg menjadi Rp 11.950 per kg.

Penurunan harga ini sebelumnya memang telah diprediksi. Melalui berbagai langkah, bahan kebutuhan pokok selama pandemi, Ramadan dan Idul Fitri tetap dipasok pemerintah sehingga inflasi pun tetap terjaga.

BACA JUGA:  Pemkot Tangerang Lalai Akan Putusan penetapan perintah eksekusi Pengadilan Negeri Tangerang

Tiga strategi yang diterapkan Kementerian Perdagangan, antara lain menyerap produksi dalam negeri, mengelola stok dan logistik, serta mengelola kebijakan ekspor-impor.

Artikel sebelumyaDiduga Korupsi Dana Desa, Pjs Kades Senangsari Ditahan
Artikel berikutnyaKetahanan Pangan Berbuah Manis, Warga di Kampung Ciwaru, Serang Kini Panen Lele Di Tengah Covid-19