Impor tekstil premium ilegal merugikan negara

368
impor tekstil
JAKARTA,Impor tekstil pertama, terdapat loss bea masuk terhadap produk tekstil. Kedua, merugikan industri tekstil dalam negeri, baik itu perusahaan besar maupun Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Pandemi Covid-19 telah memukul industri tekstil, apalagi UMKM. Sudah jatuh tertimpa tangga, produk impor tekstil premium ilegal membanjiri pasar dengan adanya kasus dugaan penyelundupan 27 kontainer berisi tekstil impor premium yang diamankan di Pelabuhan Tanjungpriok, Maret 2020 lalu.Seluruh kontainer bertolak dari Pelabuhan Batuampar, Batam.

Dari 27 kontainer, impor tekstil faktur pengiriman menyebutkan 10 kontainer diimpor oleh satu perusahaan. Sedangkan 17 kontainer lainnya diimpor perusahaan lain asal Batam.

ilustrasi tekstil

Untuk itu, usai reses anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi NasDem, Eva Yuliana bakal memanggil Kejagung dan Bareskrim Polri untuk dihadirkan di DPR sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada publik dan transparansi penegakan hukum di Indonesia.

Menurutnya, kasus impor ilegal tekstil melalui pelabuhan “tikus” di Batam sudah sering terjadi. Kejagung dan Bareskrim Polri diharapkan juga dapat memberikan masukan bagi Bea Cukai RI dan Kemendag agar kasus serupa tidak terulang di kemudian hari.

Kementerian Dalam Negeri periode lalu sebenarnya sudah melakukan pengetatan, namun rupanya pandemi Covid-19 dijadikan celah oleh pihak yang tidak bertanggung jawab untuk memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan.

Gara-gara pandemi Covid-19 terjadi pula pelonggaran pengamanan perbatasan untuk barang-barang impor. Kasihan industri dalam negeri dan UMKM jika ditambah lagi beban usahanya.

BACA JUGA:  Dua perenang Inggris Dean dan Scott antarkan Inggris rebut emas perak gaya bebas 200m putra
Artikel sebelumyaAdaptasi Sistem Kerja ASN Selama Tatanan Normal Baru
Artikel berikutnyaPemerintah Pusat Akan Umumkan Zonasi Daerah Produktif dan Aman Covid-19 Pekan Depan