Sengkarut Bansos di Serang, Emak-emak Geruduk Kantor Desa, ‘Orang Kaya Dapat Orang Miskin Tidak’

2
Sengkarut Bansos di Serang, Emak-emak Geruduk Kantor Desa, ‘Orang Kaya Dapat Orang Miskin Tidak’
Sambil membawa poster bertuliskan "Orang Kaya Dapat Orang Miskin Tidak", "Kami Juga Butuh", "Tidak Adil", "Tidak Merata", emak-emak antusias berjalan kaki menuju kantor Desa Bojot
Serang – Disaat 3.370 Warga se-kecamatan Jawilan mengantri untuk pencairan Bantuan Sosial Tunai (BST) Tahap II dari Kemensos, puluhan emak-emak dari kampung Pasir Sempur geruduk Kantor Desa Bojot, kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang perihal sengkarut BST. Selasa, (9/6/2020).

Sambil membawa poster bertuliskan “Orang Kaya Dapat Orang Miskin Tidak”, “Kami Juga Butuh”, “Tidak Adil”, “Tidak Merata”, emak-emak antusias berjalan kaki menuju kantor Desa Bojot. Selain itu, mereka mengikutsertakan anak-anaknya dalam aksi protes tersebut.

Menggunakan bahasa sunda dengan lantang, Emak-emak mengatakan kepada perangkat desa, yang ada ditempat bahwa mereka mendatangi kantor desa untuk protes terhadap BST yang tidak merata, serta mereka menginginkan mendapat bantuan tersebut.

“Teu jadi masalah endek BPNT, endek PKH, sabodo eta mah teu masalah teu menang geh. Tapi masalahna, ai bantuan corona (BST -red) mah nu kaya, nu miskin, tua, muda, jompo, menang kabeh mereun, ja anu boga mobil dua geh menang,” ucap emak-emak kepada Wakil BPD Desa Bojot yang hadir dilokasi.

Indeks News Banten - bansos3
wakil desa BPD Bojot yang menjadi sasaran tuntutan menerangkan kepada emak-emak dengan menggunakan bahasa Sunda yang telah di bahasa indonesiakan

Jika dalam bahasa Indonesia “Bukan masalah bagi kami baik BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai), PKH (Program Keluarga Harapan), terserah itu tidak masalah tidak dapat juga. Tapi masalahnya, bantuan corona (BST Kemensos -red) kan, yang kaya, yang miskin, tua, muda, jompo dapat semua kali, toh yang punya mobil dua juga dapat,”

“Tiawal rumah tangga sampe kuari ges 31 tahun can pernah menang bantuan nanaun geh, can pernah Demi Allah be can pernah. Teu dipilih-pilih kan bantuan corona mah, ja neleu batur menang kabeh emosi kami ai adil mah kami geh moal kadie, kami mah demo maju bersama mundur bersama, ai batur menang ai kami hanteu atuh piraku,” lanjut mereka, masih dalam bahasa Sunda.

BACA JUGA:  Pedagang Pasar di Lebak Merasa Dirugikan Dengan Sintem Ganjil-Genap

“Dari awal berumah tangga sampai sekarang sudah 31 tahun belum pernah mendapat bantuan apa pun, belum pernah Demi Allah belum pernah. Tidak dipilih-pilih kan bantuan corona (BST -red), sebab lihat orang lain dapat semua, kami emosi, kalau adil kami juga tidak akan kesini, kami demo maju bersama mundur bersama, orang lain (mampu -red) dapat masa kami tidak dapat,” lanjutnya setelah dibahasa Indonesiakan.

Dede akrab disapa Dogel, selaku wakil desa BPD Bojot yang menjadi sasaran tuntutan menerangkan kepada emak-emak dengan menggunakan bahasa Sunda yang telah di bahasa indonesiakan.

“Kami juga didesa kebingungan, data yang ada tidak bisa dihapus kecuali BLT Dana Desa yang kemarin dibagikan didesa, kami siap bertanggung jawab untuk dialihkan jika penerima memang tidak tepat sasaran, kami juga pengen semua orang dapat BST tapi kenyataannya cuma 106 orang, kami tidak punya kebijakan,” terangnya.

Diketahui, kepala Desa Bojot tidak hadir di lokasi. Menurut Ento staff desa Bojot bersamaan dengan aksi protes ini, rumah kepala desa pun sedang didatangi warga dengan masalah yang sama.

Perlu diketahui bahwa hari ini tahap II pencairan BST dikecamatan Jawilan untuk 3370 Keluarga Penerima Manfaat. Bertempat di 5 titik yakni Aula Kecamatan, Gedung PKK Kecamatan, Ruko Asiatex, Yayasan Al Husna, dan Gedung PKK desa Jawilan. (Oma).