Pencairan BST di Sawarna Amburadul Data Tumpang Tindih

1
sawarna
LEBAK – Pembagian Bantuan Sosial Tunai (BST) dari APBD Provinsi Banten mulai direalisasikan di Desa Sawarna dan Desa Sawarna Timur Kecamatan Bayah Kabupaten Lebak melauli Bank BRI Cabang Rangkasbitung yang mendapat pendampingan dan monitoring dari pihak Kecamatan, anggota Polsek dan Koramil 0315 Bayah, Kamis (11/6/20).

Namun, realisasi BST tersebut tidak se-lancar pembagian BST APBN dan APBD Kabupaten yang disalurkan melalui Kantor Pos. Pasalnya, pihak Bank BRI Cabang Rangkasbitung tidak memberikan rekomendasi pencairan kepada warga desa bagi yang sudah menerima bantuan sebelumnya atau double data.

Petugas Bank BRI Cabang Rangkasbitung, Restu Illahi, mengatakan, pihaknya tidak bisa merealisasikan BST APBD 1 bagi yang sudah menerima PKH, BPNT, dan Bansos lainya baik dari APBN, APBD II, BLT DD, atau lainnya.

“Tadi saya sudah konfirmasi kepada koordinator Bank di Rangkasbitung, mereka mengarahkan agar tidak di cairkan yang double data, dan pihak koordinator di kantor BRI cabang sudah melakukan koordinasi dengan pihak inspektorat, dan keputusannya jangan di cairkan, dan juga kami akan melakukan koordinasi dan komunikasi dengan dinas terkait sebelum melakukan pencairan bantuan tersebut,” katanya.

Dalam perealisaian BST ini, kata Restu, pihak BRI mempunyai SOP dan mekanisme. Pencairan BST dari APBD Propinsi semua melalui rekening bank, jadi belum bisa merealisasikan pencairan bagi yang double data.

Sementara, Kepala Desa Sawarna, Iwa Sungkawa mengatakan, dari awal pihaknya telah melakukan seleksi mengajukan 187 KK keluar 121 KK dan banyak yang doubel dengan yang APBN. Setelah Verifikasi dan validasi lagi dengan mengajukan penggantinya yang double, keluar 66 KK dan itu masih ada yang double.

“Tadinya saya berharap pada pihak Bank bisa melakukan pengalihan penerima kepada yang lebih berhak, namun mereka tetap tidak mau meralisasikannya, sebelum ada perbaikan dari pihak dinas itu sendiri,” jelas Iwa.

BACA JUGA:  Selama Covid-19, Perdagangan Elektronik di Tangerang Sepi Pembeli

Lanjut Iwa, selaku pemerintahan desa terus terang sudah melakukan upaya agar data yang dikirim bisa terealisasikan dan tidak double, namun ketika terjadi seperti ini pihaknya tidak mau ambil resiko bila pihak bank tak merealisasikannya.

Terjadinya data yang double juga ditemukan di desa Sawarna Timur Kecamatan Bayah Kabupaten Lebak Provinsi Banten.

Selanjutnya, Kepala Desa Sawarna Timur, Sanusi, kepada wartawan mengatakan di desanya juga ada yang double dan tidak bisa di ambil semuanya.

“Ada 13 KK yang doubel, dari 26 KK penerima. Kami sudah melakukan Verval terkait data tersebut, bahkan data usulan pertama yang keluar 48 KK itu di Verifikasi dan validasi lagi karena banyak yang ganda degan bantuan lain dan keluarnya 26 KK, tapi masih ada yang double 13 KK,” terang Sanusi.

Sanusi berharap, pihak dinas segera melakukan revisi lagi data tersebut dengan data yang diajukan desa untuk pengalihannya. Sebab, berkaca pada pembagian BST Kabupaten dan BST APBN yang bisa dialihkan.

“Kami juga telah melakukan persiapan data untuk pengalihan bantuan dari propinsi ini, dan warga sudah mengetahui bahwa mereka akan dapat bantuan. Jadi kalau sampai bantuan ini tidak jadi diberikan pada masyarakat yang sudah dapat pengalihan, kami takut warga akan bergejolak ke desa karena karena tidak mendapatkannya,” kata Kades Sawarna Timur, Sanusi.

Sementara Kepala Dinsos Lebak H.Eka Darmana putra S.Pd.MM saat dikonfirmasi wartawan lewat WhatsApp mengatakan, bahwa Itu akibat pihak desa mengirimkan data yang sudah masuk sebagai penerima bantuan APBN.

“Untuk yang double segera dilaporkan untuk kita cut off, dan yang lebih bagus yang nerima bantuan double itu diserahkan bantuan itu kepada warga yang berhak atau belum menerima bantuan atau belum diusulkan, dan dengan dibuatkan berita acara serah terima,” terangnya.

BACA JUGA:  Nadiem Makarim: Semua Guru Honorer Berpeluang Jadi PPPK

“Soal data yang dobel turun lagi, sudah kita cut off ke pusat tapi terlambat akibat lambatnya pelaporan, sebab pencairan APBN tahap satu bergelombang, dengan beberapa kali pencairan. Oleh sebab itu template cut off nya kita serahkan ke pihak Bank bisa dengan berita acara serah terima, tapi tetap yang menerima yang namanya tercantum di Kantor Pos kemudian uangnya diserahkan kepada yang lebih berhak menerima, setelah terlebih dahulu menandatangani surat pernyataan bahwa yang bersangkutan double Bansos, tidak layak, dan lain sebagainya,” tutupnya.