Bahayakan Kesehatan dan Lingkungan, Warga di Serang Ramai-ramai Tolak Pabrik Batu Bara

7
Bahayakan Kesehatan dan Lingkungan, Warga di Serang Ramai-ramai Tolak Pabrik Batu Bara
Warga Kampung Tari Kolot RT.003 RW.002, Desa Cikande, kecamatan Cikande, kabupaten Serang, lakukan penolakan terhadap PT Bayu Hutama Lestari yang bergerak di bidang stockfile (Penyimpanan) Batu Bara dan Pembuatan Batako.
Serang – Warga Kampung Tari Kolot RT.003 RW.002, Desa Cikande, kecamatan Cikande, kabupaten Serang, menolak PT Bayu Hutama Lestari (BHL) yang bergerak di bidang stockfile (Penyimpanan) Batu Bara.

Jumat (12/06), Atas undangan Try Busyaeri Fajrilah, (Anggota DPRD F-Berkarya Serang) selaku fasilitator warga, Dinas Lingkungan Hidup kabupaten Serang tinjau lokasi perusahaan dan melakukan audiensi dengan masyarakat.

Warga berpendapat bahwa perusahaan akan menimbulkan banyak dampak negatif bagi kesehatan warga dan lingkungan.

Pertama, Lokasi perusahaan terlalu dekat dengan lingkungan penduduk sehingga dapat mengakibatkan pencemaran udara beracun yang dapat mengganggu pernapasan dan meningkatkan resiko kanker.

Kedua, Limbah yang ditimbulkan dapat merusak kesuburan tanah, pencemaran air serta kelestarian makhluk hidup disekitar.

Indeks News Banten - spanduk1
Spanduk penolakan yg dipajang warga depan lokasi pembangunan perusahaan

Abdul Muyasir selaku Tokoh Masyarakat, mengatakan, warga tidak mengetahui bahwa PT BHL bergerak di bidang penjualan batu bara.

“Sebelumnya utusan perusahaan meminta tanda tangan untuk persetujuan gudang ke saya pribadi dan enam orang lainnya mengatasnamakan pendirian gudang saja, tidak menerangkan untuk Stockfile (gudang -red) batu bara. Jadi dalam hal itu, Kami merasa ada manipulasi dan sebagainya, kalau misalkan diawal kami tau, bahwa itu untuk Stockfile batu bara kami sangat tidak setuju,” Ucap Abdul Muyasir.

“Bahkan kesebagian yang lain ke Guru Nanang, bukan untuk gudang tapi tapi minta tanda tangan persetujuan penjualan tanah tetangga, sebab berbatasan langsung dengan tanah Guru Nanang, ” lanjutnya.

Kepala Bidang Pencegahan Dampak Lingkungan pada Dinas lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Serang, Dadang Maskun Basuki mengatakan, pihaknya tidak bisa melakukan penutupan terhadap perusahaan.

“PT Bayu Hutama Lestari secara administrasi telah memenuhi untuk memiliki izin, cuma sosialisasi ke masyarakat tidak terjadi. Tinggal lapor ke satpol PP terkait penutupan kalo ada penipuan kan tinggal lapor ke Polisi,” ucapnya.

BACA JUGA:  Sungai Belimbing Meluap Akibat Hujan Deras, 1 Rumah Warga Terseret Arus

Perlu diketahui, tertanggal 10 November 2019, Warga secara resmi telah melayangkan surat pengadukan kepada Bupati dan Dinas terkait. Kemudian terbit surat dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dengan nomor surat 660/2826/DLH/2019 tentang tindak lanjut pengaduan dari warga.

Indeks News Banten - warga 1
Abdul muyasir saat memberikan pengarahan kepada warga untuk terus kompak tolak perusahaan stockfile batu bara

Dimana salah satu poinnya memberikan surat teguran kepada perusahaan untuk menghentikan segala kegiatan pengerjaan kontruksi di lokasi rencana Stockfile batu bara dan mengurus surat izin lingkungan.

Tertanggal 12 Mei 2020 keluar surat dari DLH dengan nomor 666.1/54/Penceg/DLH/2020 tentang persetujuan Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UKL-UPL)

Sampai saat ini, perusahaan masih dalam tahap proyek pembangunan, namun menurut warga, perusahaan pernah melakukan kegiatan penyimpanan batu bara untuk dikirim ke konsumen.

Warga menuturkan, baru sepuluh truck batu bara saja pernah masuk perusahaan, debunya sudah berterbangan kerumah-rumah warga, apalagi 10000 MT/bulan. Warga akan terus melakukan upaya-upaya penolakan terhadap perusahaan, jika masih bergerak dibidang yang membahayakan warga sekitar.

Senin, (15/06/2020) indeksnews banten menemui pemilik PT HBI, namun belum bersedia dimintai keterangan. (Oma Roma).