4 Pelaku Pemerkosa Gadis Belia Di Tangsel Ditangkap, 3 Orang Masih Buron

1
ilustrasi
TANGSEL – Empat orang pelaku pemerkosa gadis belia berinisial OR (16) yang dicekoki pil excimer di Tangsel berhasil ditangkap jajaran Polsek Pagedangan, Kabupaten Tangerang.

“Dari tujuh pelaku, empat pelaku pemerkosa di antaranya sudah kami amankan. Sedangkan tiga lainnya masih buron dan sedang dalam pencarian petugas,” kata Kapolsek Pagedangan Ajun Komisaris Polisi (AKP) Efri SE dalam keterangan persnya, Sabtu (13/6/2020).

Dijelaskan, empat pelaku pemerkosa yang diamankan berinisial FF, SD, DE, AE. Sedangkan tiga orang lainnya yang masih dalam pencarian orang berinisial RI, DO, dan DI.

Kasus ini sebelumnya viral karena korban OR (16) yang diperkosa secara bergiliran oleh para pelaku pasca diberikan pil excimer akhirnya tewas pada 11 Juni 2020 sekira pukul 01.45 WIB usai sebelumnya dirawat di rumah sakit khusus jiwa darma graha Serpong pada 26 Mei 2020 lalu.

Korban yang tinggal di Gang Asem, RT 02 RW 01 No 63, Pondok Jagung, Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) pasca kejadian (dicekoki pil dan diperkosa-red) kondisi fisik almarhumah langsung drop, sesek dadanya, susah nafas, badannya panas. Beberapa kali sempat nggak sadarkan diri,” tutur Rohim (40), paman OR.

Diceritakan Rohim, tindakan keji yang dialami OR berlangsung sebelum hari raya Idul Fitri kemarin. Namun dia sendiri kurang begitu mengingat tanggal kejadian. Ketika itu, OR dikabarkan dalam kondisi tak sadar di suatu tempat di wilayah Cihuni, Pagedangan, Kabupaten Tangerang.

“Waktu itu saya dikabarin dari bapaknya, kondisinya sudah begitu, sempat muntah-muntah, kejang-kejang juga. Sampai kontrakan di sini, memang kelihatannya sok banget, badannya lemes. Kita sempat rawat ke rumah sakit rehabilitasi, tapi begitu pulang kambuh lagi, jalan aja nggak bisa. Sebelumnya mah dia sehat-sehat aja, nggak pernah begitu,” imbuh Rohim.

BACA JUGA:  Pengacara Senior Berkirim Surat Untuk Panglima TNI

Keterangan serupa disampaikan oleh nenek OR, Rumsiah. Menurut dia, sebelum meninggal cucunya itu diperkosa lebih dari 5 orang remaja di wilayah Cihuni, termasuk juga oleh pacarnya sendiri. Pihak keluarga, memutuskan tak melapor ke polisi lantaran keluarga pacarnya datang ke rumah dan berjanji akan bertanggung jawab.

“Waktu itu datang ke rumah dari keluarga pacarnya, katanya mau tanggung jawab. Jadi kalau udah sembuh, mau dinikahin. Terus tanggung jawab juga mau bantu biaya berobat ke rumah sakit,” ungkapnya.

OR sendiri hidup dalam keprihatinan. Selama hidup dia tinggal menumpang di kontrakan petak yang ditempati oleh nenek, paman dan bibinya. Ibunya telah lama meninggal dunia. Sedangkan sang ayah telah menikah lagi dan tinggal tak jauh dari kontrakan OR.

Salah satu sahabat OR yang ditemui di lokasi, DF (21), mengungkap lebih jauh soal hubungan antara OR dan pacarnya. Dikatakan, keduanya telah cukup lama berpacaran. Namun dia tak menyangka jika OR diperlakukan keji seperti itu.

“Saya kaget juga, dia (OR) kondisinya kasihan banget. Kata dia habis dipaksa minum pil excimer 2 butir lebih, mungkin karena dia nggak tahu ya diminum aja. Kalau sama pacarnya saya kurang deket, soalnya kan kalau jemput ke sini nggak pernah ke rumah, cuma jemput dipinggir jalan,” terang Diah.