ASN Tangsel Diinstruksikan Serahkan Data Dan Domisili, Buat Pilkada? Pesan Beredar Di Pesan Singkat WhatsApp

288
PILKADA TANGSEL
TANGSEL – Lingkup Aparatur Sipil Negara (ASN) di Tangsel sedang ramai isu yang beredar jika menjelang Pilkada Tangsel 2020, para ASN dan non ASN diminta untuk menyerahkan data diri dan alamat rumah.

Sebuah perintah yang mengatasnamakan Wali Kota Airin Rachmi Diany dan jajaran, meminta kepada kelurahan agar segera menyerahkan data pegawai secara lengkap, ASN, Non ASN, pengurus RT dan RW, tokoh agama, tokoh masyarakat.

Perintah ASN  berupa resume hasil rapat itu pertama kali diduga diunggah oleh pemilik nomor telepon yang diberinama Sekel Sidik atau Sekretaris lurah Jurangmangu, Sidik, di grup whatsapp internal kelurahan. Sontak kabar tersebut menjadi ramai diperbincangkan masyarakat.

Bahkan, muncul broadcast atau pesan berantai yang berisikan “Yth, seluruh Lurah/Sekel hasil rapat td camat, ibu wali, pak wakil dan opd terkait bahwa lurah/sekel segera melaporkan: a. data pegawai mulai dari lurah sekel kasi dan stap lengkap dengan ktp dan no.HP (ket. Ya.abu2.tdk)

PESAN SINGKAT

2. Data RT & RW lengkap dgn ktp dan no.HP (ket. Ya.abu2.tdk)

3. Data Tokoh (ada Tomas, Toga, Topeng), dll lengkap dgn ktp & no.hp (ket. Ya.abu2.tdk)

4. bantu mencari kort tps hari Jum’at, 19 Juni 2020 di Kumpulkan lewat fdf. DUM terimakasih atas kerja samanya,” demikian isi pesan tersebut.

Salah seorang pegawai di salah satu OPD Tangsel yang enggan disebutkan namanya, mengaku memang beberapa hari lalu dimintai bagian umum untuk menyerahkan data diri.

“Tempo hari bagian umum minta, nama sama alamat aja. Enggak tau buat apaan,” ucapnya ,Kamis (18/6).

Terpisah, Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Tangsel Apendi saat ditanyai mengenai permintaan data tersebut hanya untuk mendata pegawai di Tangsel.

BACA JUGA:  KPK MEMALUKAN! Pegawainya Curi Emas Barang Bukti Kasus Korupsi

“Saya memang lagi mendata pegawai karena dengan tatanan baru, nantinya berapa staff yang masuk kantor dan siapa yang di rumah. Karena tidak semua pegawai masuk kantor, jadi saya harus tau berapa jumlah pegawai yang real baik PNS maupun non PNS,” jelas Apendi.

Ia juga menegaskan, pendataan tersebut tak ada hubungannya dengan Pilkada Tangsel 2020.

“Ya tidak ada pak, ini saya sedang mengatur agar pegawai saya terhindar dari Covid-19, semoga sehat semua termasuk temen-temen dan masyarakat Tangsel,” tutupnya.