Gugus Tugas Covid 19 Jawilan – Serang, Rapid Test Pedagang Pasar Majasari, Ini Hasilnya !

1010
gugus tugas covid 19 seranf
Serang – Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang lakukan Rapid Test (RT) kepada para pedagang dan pengelola Pasar Majasari untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona (Covid-19).

Selain pedang dan pengelola pasar, Pemerintahan Desa Majasari selaku Gugus Tugas tingkat Desa pun turut mengikuti rapid test. Pelaksanaan tes cepat ini berlangsung kondusif dari total 105 orang tidak ditemukan pasien reaktif Covid-19. Kamis, 18 Juni 2020.

Ketua Gugus Tugas Kecamatan Jawilan, H. Agus Saefudin, SE. M.Si., mengatakan rapid test dilakukan sebagai tindak lanjut dari jadwal Gugus Tugas Kabupaten Serang, dimana pelaksanaanya oleh Faskes Puskesmas masing-masing Kecamatan.

gugus tugas serang
Pengambilan sampel darah oleh petugas Puskesmas kecamatan Jawilan

“Adapun target sesuai dengan pendataan sebelumnya yang sudah dilakukan itu 120, dan tadi kita mengetahui bersama bahwa sampai dengan terakhir ada seratus lima orang yang mengikuti rapid test,” kata Agus Saefudin kepada awak media.

Agus Saefudin, juga mengucapkan banyak terimakasih kepada para pedagang dan pengelola Pasar Majasari serta stakeholder terkait, sehingga pelaksanaan tes cepat dapat berjalan lancar, tertib, dan sukses.

Senada dengan itu, Kepala Puskesmas (Kapus), Hj. Imas, menerangkan bahwa yang melakukan tes cepat adalah Petugas Puskesmas Kecamatan Jawilan.

“Seratus lima orang yang mengikuti tes cepat ini, hasilnya Non reaktif semua artinya negatif,” kata Kapus Jawilan.

Kemudian, Hj. Imas menekankan kepada masyarakat untuk senantiasa mematuhi protokoler kesehatan dalam upaya memutus penularan Covid-19.

“Saya tekankan selalu menggunakan masker apalagi kalau keluar rumah, kemudian jaga jarak jangan sampai bergerombol cuci tangan sesering mungkin, makan yang bergizi buah dan sayur, istirahat yang cukup, kalau dirasa ada keluhan batuk pilek demam segera periksakan ke Puskesmas Jawilan atau isolasi mandiri selama empat belas hari, upayakan tidak keluar rumah jika tidak berkepentingan apalagi pergi ke zona merah,” himbaunya.

BACA JUGA:  Tren dan Peluang UMKM Ini di Tahun 2021