Komentar Shin Tae-Yong Soal PSSI Dinilai Melecehkan Negara

134
4
shin tae yong
JAKARTA – Maka dari itu, Syarif menginginkan Tae-yong memberikan klarifikasi kepada PSSI.
Hubungan harmonis sedang terjadi antara manajer pelatih timnas Indonesia Shin Tae-yong dengan PSSI. Curahan hati Tae-yong kepada media Korea Selatan, tentang keadaan federasi sepakbola nasional tersebut jadi pemicunya.

Shin Tae-yong menyebut PSSI secara sepihak mengubah kebijakan tanpa lebih dulu meminta persetujuannya. Ia juga berkomentar kepergian Ratu Tisha dari posisi sekjen PSSI serta keinginan membawa timnas Indonesia U-19, melaksanakan pemusatan latihan (TC) di Korea Selatan.

Hanya saja PSSI menolak permintaan Shin Tae-yong untuk menggelar TC di Negeri Gingseng. PSSI menginginkan sosok berusia 51 tahun tersebut datang ke Tanah Air, untuk memimpin TC.

“Saya ingin mengklarifikasi soal omongan dia di media. Pertanyaan benar atau tidak itu komentar dia? Kalau tidak benar yang sudah selesai, karena itu hoaks. Tapi kalau benar maksudnya apa? Masa karyawan menjelek-jelekan perusahaannya. Tapi masih mau bekerja itu maksudnya bagaimana?” kata ketua Satgas timnas Indonesia Syarif Bastaman kepada Goal Indonesia.

“Kata dia visi dan misi di dalam kontrak berubah, yang bagian mananya? Tidak ada yang berubah sama sekali. Kontrak dia sederhana, harus menjalankan tugasnya sebagai pelatih dengan upaya terbaik sesuai dengan permintaan dan target PSSI,” Syarif menambahkan.

Syarif tak habis pikir bila benar Tae-yong, menyampaikan ucapannya seperti itu. Menurutnya, sangat aneh karena saat melakukan rapat virtual dengan PSSI Tae-yong sama sekali tidak menceritakan hal tersebut.

Seharusnya, Syarif menyatakan Tae-yong bisa berkomunikasi langsung kepada PSSI bila mempunyai keluhan, tanpa perlu diumbar ke media. Selama ini ia menjelaskan pihaknya terbuka untuk menerima segala keresahan.

“Sangat disayangkan bila benar dia seperti itu. Sangat melecehkan negara caranya. Ini hubungan bukan antara pribadi, tapi soal kebanggan negara yang diberikan PSSI kepada dia untuk melatih timnas Indonesia. Ini marwah negara, tidak boleh seperti itu, siapa pun dia. Mau sekelas [Jose] Mourinho, [Arsene] Wenger, atau [Alex] Ferguson tidak boleh seperti itu,” ujarnya.

BACA JUGA:  IPW Minta Polda Metro Jaya Periksa Penyelenggara Trofei Persija Glory 2001

Kehadiran Tae-yong ditunggu sampai pekan depan. Bila tidak, mungkin saja PSSI mengambil keputusan untuk mendepak eks juru formasi Seongnam Ilhwa tersebut dari timnas Indonesia.

“Dalam sepakbola ada prinsip tidak ada pemain yang lebih besar dari klub. Jadi kami tidak boleh tergantung dengan seseorang.”