Gedung DPR RI Dipadati Ribuan Massa Aksi

222
1
dpr ri
JAKARTA – Ribuan massa aksi bertajuk “Selamatkan NKRI dan Pancasila dari Komunisme” telah memadati area depan Gedung DPR RI, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Rabu siang (24/6). Ribuan massa dari berbagai organisasi masyarakat (ormas) telah berkumpul di depan Gedung DPR RI.

Mereka membawa berbagai spanduk maupun alat peraga aksi lainnya. Mobil komando pun telah berada di depan gerbang Gedung DPR RI. Masa aksi  terlihat kompak menggunakan masker sesuai imbauan dari panitia aksi dari Aliansi Nasional Anti Komunis (ANAK) NKRI. ANAK NKRI sendiri merupakan gabungan dari berbagai ormas Islam seperti GNPF-Ulama, FPI, PA212 dan lainnya.

Hingga saat ini, penyampaian aksi pendapat menolak RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP) belum dimulai, namun massa sudah memadati depan gedung DPR RI Jalan Gatot Soebroto, Jakarta. Lalu lintas di Jalan Gatot Soebroto pun terjadi kemacetan yang cukup panjang. Sementara polisi belum melakukan penutupan jalan untuk mengantisipasi kemacetan yang semakin parah.

Panitia aksi terus mengingatkan kepada para peserta aksi untuk tetap berjaga jarak di tengah pandemik Covid-19.

Sebanyak 1.000 personel diturunkan untuk melakukan pengamanan aksi yang digelar Oleh Alumni 212 di depan Gedung DPR/MPR terkait RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP).

DEPAN GEDUNG DPR RI

“Iya ada 1.000 personel. Gabungan TNI/Polri,” jelas Kepala Biro Operasional Polda Metro Jaya Kombes Marsudianto di Gedung DPR/MPR, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat.

Marsudianto meminta anggota Kepolisian aktif meminta peserta aksi untuk aktif menjaga jarak dan menaati protokol kesehatan.

“Jangan gunakan kesempatan menyampaikan pendapat malah jadi gelombang kedua (penyebaran COVID). Bisa saja kalau aksi, kecenderungannya malah tak jaga jarak. Teknis diatur agar jaga jarak,” jelas Marsudianto.

Selain itu, Marsudianto meminta agar jajaran Kepolisian selalu humanis dan menghilangkan emosi. “Anggota diminta humanis. Tinggalkan jauh-jauh emosi kita. Kita dilatih sabar,” sebut Marsudianto.

BACA JUGA:  Apel Akbar di Serang Usai, Walikota: Test Swab Belum Diperlukan