Aksi Bakar Bendera PDIP saat Demo, Ini Kronologinya

154
0
AKSI BAKAR BENDERA
JAKARTA – Rabu (24/06/2020) kemarin, terjadinya aski dibakarnya bendera PDIP, saat sejumlah organisasi Islam yang tergabung dalam Aliansi Nasional Anti-Komunis (Anak NKRI) menggelar demo tolak RUU HIP. Aksi demo tersebut, berlansung di depan Gedung MPR/DPR, Jakarta, yang dipenuhi oleh ratusan massa.

Dilansir dari CNNIndonesia.com, ormas yang tercatat masuk dalam aliansi tersebut antara lain Front Pembela Islam (FPI), Persaudaraan Alumni 212 (PA 212), dan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama.

Dalam aksi tersebut, mereka mendesak pemerintah dan DPR mencabut RUU HIP yang dinilai sarat dan berbau komunisme. Selain itu, mereka juga meminta aparat keamanan menangkap inisiator RUU HIP karena wacana dalam RUU HIP dinilai merupakan tindakan makar.

Aksi Bakar Bendera PDIP
Saat melakukan aksi tersebut, massa pengunjuk rasa membakar bendera palu arit yang identik dengan simbol komunis.

Bendera yang dibakar massa berwarna dasar merah. Ada gambar palu dan arit yang saling menyilang di tengah bendera.

Pembakaran bendera PKI oleh massa diiringi yel-yel turunkan Presiden Joko Widodo. Mereka menilai Jokowi memiliki andil terhadap pembahasan RUU HIP.

Selain membakar bendera palu arit, berdasarkan rekaman video yang diterima CNNIndonesia.com, dalam aksi tersebut massa juga turut membakar bendera PDI-Perjuangan.

Pembakaran bendera PDIP ini berbuntut panjang. Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto menyatakan bakal menempuh jalur hukum terkait pembakaran bendera partai berlogo banteng moncong putih pada aksi tersebut.

“Mereka yang telah membakar bendera partai, PDI-Perjuangan dengan tegas menempuh jalan hukum,” kata Hasto dalam siaran persnya, Rabu (24/06/2020).

Koordinator aksi tolak RUU HIP, Edy Mulyadi mengatakan pihaknya tak pernah merencanakan pembakaran bendera PDIP. Ia mengklaim aksi pembakaran tersebut karena spontanitas dari massa yang hadir.

BACA JUGA:  Berdalih Biaya Membersihkan Got, Aksi Brutal Preman di Tangerang Paksa Pedagang Kasih Uang

“Pembakaran itu accident, karena saat saya di panggung juga saya bilang kita bakar bendera PKI. Saya cuma menilai sebagai spontanitas aksi massa aja. Jadi tidak dipersiapkan panitia sama sekali,” kata dia saat dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (25/06/2020).

Kendati begitu, Edy tak mempermasalahkan jika PDIP menempuh jalur hukum karena pembakaran bendera itu.

Ia hanya menegaskan bahwa aksi pembakaran bendera PDIP itu sama sekali tidak direncanakan sejak awal.

“Kalau mau ke jalur hukum terserah itu hak masing-masing, monggo silahkan. Tapi yang perlu digarisbawahi itu accident bukan by design, bukan direncanakan oleh panitia,” tuturnya.