Green New Deal, Stop Pendanaan Proyek Energi Kotor Jawa 9 & 10

1
GNB
JAKARTA – Saat ini tengah berlangsung aksi di depan Kedubes Korea Selatan di Jakarta. Sejumlah warga Banten bersama aktivis Walhi Jakarta, Trend Asia dan Pena Masyarakat menggelar aksi menolak mega proyek PLTU Jawa 9-10 di Banten, Indonesia. Ini desakan kedua pekan ini kepada Presiden Moon terkait janji Green New Deal saat pemilu April lalu. Sebelumnya diluncurkan laporan “Racun Debu di Kampung Jawara: Investasi Korea yang dipaksakan di Tengah Bencana Iklim dan Kemanusiaan”, Kamis 25-6-2020.

Para aktivis juga menyerahkan surat terbuka dari sejumlah lembaga swadaya msyarakat di Indonesia. Surat ditujukan kepada Presiden Moon Jae-In untuk menagih komitmen Green New Deal dengan membatalkan rencana pendanaan Jawa 9-10.

Para aktivis dan warga Banten mbentangkan spanduk dan poster bertuliskan “Is This The Gree(n)d New Deal Mr. President Moon Jae-In? Commit to the Clean! – Stop Funding Dirty Energy Project Java 9 & 10”.

Aksi digelar dengan protokol keamanaan covid19, dan tepat satu hari menjelang sidang dewan KEPCO (PLN Korsel) yg akan mmutuskan lanjut atau tidaknya pendanaan mega proyek energi kotor PLTU Jawa 9 & 10.

Tubagus Soleh Ahmadi mengatakan sekitar 55,4% wilayah Banten rawan bencana. Sementara pmerintah terus mlanjutkan rencana infrastruktur yg akan mnambah beban ekologis Banten. Sprti halnya PLTU Jawa 9 dan 10. Padahal polusi di Banten sudah sangat parah.

Wilayah Banten yang rawan bencana seperti gempa dan tsunami, pemerintah justru memusatkan aktifitas pembangunan yang menambah beban berat itu di pesisir. Padahal itu wilayah dengan rentan bencana sangat tinggi.

BACA JUGA:  Nadiem Makarim: Semua Guru Honorer Berpeluang Jadi PPPK