Keran Dibuka, Ini Syarat Ekspor APD dari Kemendag

234
apd
JAKARTA ― Seiring dengan terpenuhinya kebutuhan di dalam negeri, pemerintah telah membuka kembali keran ekspor alat pelindung diri (APD) dan masker buatan industri dalam negeri.

Hal ini dipastikan setelah Menteri Perdagangan Agus Suparmanto menerbitkan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 57 Tahun 2020 tentang Ketentuan Ekspor Bahan Baku Masker, Masker, dan Alat Pelindung Diri (APD).

Peraturan anyar ini mengubah Peraturan Menteri Perdagabgan Nomor 23 Tahun 2020 tentang larangan ekspor APD untuk menjamin stok di dalam negeri, yang sebelumnya telah dilansir.

Menurut Menteri Perdagangan Agus Suparmanto, Kementerian Perdagangan (Kemendag) membuka kembali produk-produk tersebut dengan menggunakan mekanisme persetujuan ekspor (PE). Mekanisme ini berlaku antara lain untuk produk bahan baku masker, masker bedah, masker N-95, APD covernall serta surgical gown.

Pemerintah, terang Agus, membuka pengajuan persetujuan ekspor tersebut melalui sistem Indonesia National Single Window yang telah terintegrasi dengan sistem Inatrade.

Adapun syarat yang harus dipenuhi oleh calon eksportir adalah melampirkan izin usaha industri, rencana ekspor dalam kurun waktu enam bulan, serta menyertakan surat pernyataan mandiri memiliki ketersediaan untuk kebutuhan di dalam negeri.

Kementerian Perdagangan memiliki kewenangan untuk membekukan persetujuan ekspor yang sudah diterbitkan atau menolak pengajuan permohonan persetujuan ekspor. Pembekuan ini bisa dilakukan atas adanya data atau informasi bahwa telah terjadi peningkatan kebutuhan di dalam negeri terhadap bahan baku masker, masker, atau APD.

Namun begitu, pengecualian dapat diberikan kepada eksportir yang telah mendapatkan nomor dan tanggal pendaftaran PEB dari Kantor Pabean.

“Dengan berlakunya Permendag ini, diharapkan dapat memberikan kepastian regulasi bagi pelaku usaha alat kesehatan di Indonesia,” terang Menteri Agus.

Peluang ekspor produk ini memang terbuka lebar. Selain di dalam negeri telah mengalami surplus produksi, sebagian produsen APD juga telah memenuhi syarat American National for the Advancement of Medical Instrumentation PB70, AATCC 42 Impact Penetration, juga AATCC 127 Hydrostatic Pressure.

BACA JUGA:  Sudah berupaya, namun Temanku tetap kritis. Segala macam cara dicoba ujungnya kena debt collector dari pinjaman online. Kok bisa?
Artikel sebelumyaNaik Heli Mewah Firli Bahuri dilaporkan ke Dewan Pengawas KPK
Artikel berikutnyaKejagung Tetapkan 5 Tersangka Korupsi Importasi Tekstil