Bawaslu Kota Tangsel Akan Gelar Rapat Pleno, Permintaan Data ASN Jelang Pilkada 2020 Kota Tangsel

3
Muhamad Acep
TANGSEL – Ketua Badan Pengawas Pemilu Kota Tangerang Selatan (Bawasalu Kota Tangsel), Muhamad Acep mengatakan bakal mengadakan rapat pleno pimpinan pada lembaganya terkait kasus pesan berantai seruan mengumpulkan data diri apartur sipil negara (ASN) dan non ASN lingkup Pemerintah Kota Tangsel. Menurutnya rapat tersebut bakal memutuskan perkara yang menjadi perbincangan di publik akan netralitas ASN jelang Pilkada 2020 Kota Tangsel.

Sebab dari proses penelusuran yang telah dilakukan, Bawaslu KotaTangsel belum dapat memastikan makna disebarnya pesan berantai itu pada grup Whatsapp lingkup ASN dan non ASN Kelurahan Jurang Mangu Timur.

Ditambah, kesaksian pihak terpanggil yakni Sekretaris Kelurahan (Sekel) Jurang Mangu Timur, Sidik yang mengaku mendapatkan pesan berantai itu dari atasannya Camat Pondok Aren, Makum Sagita. Sementara, Makum mengatakan tak pernah mengirimkan pesan yang ditudingkan Sidik kepadanya.”Keterangan Pak Camat tadi kan bahwa ini adalah fitnah. Dia tidak pernah mengirimkan pesan tersebut,” kata Acep Ketua Bawaslu Kota Tangsel saat dikonfirmasi, Sabtu (27/6/2020).

“Ini kan masih dalam rangka penelurusan berita yang pernah muncul di media online terkait adanya broadcast pengumpulan data begitu yah.

“Kita minta klarifikasi, minta jawaban dan lain sebagainya, hasilnya nanti akan kita bawa ke rapat pleno,” lanjutnya.
Makum menjelaskan rapat pelno dilakukan untuk merinci pelanggaran yang terjadi pada perkara itu.

Menurutnya bila terbukti adanya pelanggaran pihaknya akan melanjutkan perkara tersebut ke Komisi ASN mengingat netralitas ASN jelang Pilkada 2020 Kota Tangsel.
“Kalau penulusuran itu kan belum bisa dilimpahkan kemana-mana, kalau penelusuran yah.

“Nanti yang jelas kalau penelusuran itu dilimpahkannya ke penanganan pelanggaran, nah dari penanganan pelanggaran itulah baru jika terbukti dilimpahkan ke komisi ASN,” tandasnya.

BACA JUGA:  BPPTKG: Gunung Merapi mengalami guguran tebing lava lama

Bawaslu dan Polisi Didesak Usut Dugaan Pesan Berantai Mobilisasi ASN Jelang Pilkada, Ini Alasannya

Terkait beredarnya pesan berantai dugaan mobilisasi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemkot Tangerang Selatan merupakan bentuk keprihatinan bagi pengamat politik Miftahul Adib.

Dosen Unis Tangerang ini menyebut dalam perspektif komunikasi politik kejadian itu tak jauh intrik-intrik jelang Pilkada Tangsel yang digelar pada Desember 2020 mendatang.

“Kita tahu ada dua calon yang berasal dari birokrasi yang bakal berebut suara pada lumbung yang sama.

“Kelemahannya adalah birokrasi menjadi terkotak-kotak, bila kejadian broadcast ini tak segera diselesaikan akan menjadi preseden buruk kedepan,” ujar Adib kepada Wartawan

Seperti diketahui Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie maju dalam kontestasi ini.

Begitu pula dengan Sekda Tangsel, Muhamad yang akan ikut pada pertarungan Pilkada.

“Ini juga salah satu kelemahan atau resiko, ketika unsur birokrasi (Ben dan Muhamad) harus bertempur sebagai petahana,” ucapnya.

Adib mendesak Bawaslu harus mengusut tuntas siapa dalang di balik ini semua.
“Berikan punishment tegas, kalau memang ada upaya mengerahkan ASN sesuai pesan berantai itu sebagai lumbung suara dijadikan mesin politik.

“Tetapi harus diberikan sanksi keras juga, kepada aktor politik yg membuat gaduh, tak sesuai pesan berantai itu.

“Karena berdasarkan informasi yang saya terima salah satu Sekel yang disebut dalam pesan berantai itu diduga terafiliasi dengan salah satu paslon yang berasal dari Bacawalkot,” kata Adib.

“Nah ini penting agar menjadi perhatian kepada publik bahwa berdemokrasi harus sehat.

“Berdemokrasi harus berwibawa nantinya akan memberikan pendidikan politik kepada masyarakat Tangsel,” sambungnya.

Ia menjelaskan penting untuk Bacawalkot atau aktor politik agar mendeklarasikan sebuah pertarungan yang sehat memberikan pesan kepada Tim Sukses masing-masing bahwa perebutan kekuasaan itu harus secara terhormat dengan memperhatikan etika dan moral.

BACA JUGA:  Suzuki XL7 Tingkatkan Penjualan Medium SUV

Ini penting agar stabilitas keamanan politik di Tangsel ini juga teduh.

“Karena bagaimana pun di sisi lain psikologis masyarakat Tangsel sedang terganggu nih soal Corona yang menurut saya masih belum ada penyelesaian.