Hidup Normal Baru, Dompet Dhuafa Banten Bersama Myris Ajak Warga Gowok Lanjutkan Budikdamber Hingga Menanam Sayuran

451
Hidup Normal Baru, Dompet Dhuafa Banten Bersama Myris Ajak Warga Gowok Lanjutkan Budikdamber Hingga Menanam Sayuran
SERANG, BANTEN– Di era new normal sebagian daerah sudah melakukan aktifitas lebih terbuka dengan mematuhi pedoman kesehatan yang berlaku. Walaupun belum semua daerah bisa sepenuhnya menerapkan new normal atau tatanan baru. Di daerah Kampung Gowok, Serang, Banten, yang merupakan daerah zona hijau sudah memulai era new normal.

Bersama dengan Layanan Kesehatan Cuma-cuma (LKC) Dompet Dhuafa Banten yang telah menginisiasi Kampung Cekal Corona, para warga melangsungkan program Ramadhan Hijau LKC Dompet Dhuafa yang bersinergi dengan Myris dengan mulai menanam dan memelihara lele dalam ember atau biasa disebut Budikdamber.

Hari ini para warga melakukan gotong royong membangun kebun Ramadhan Hijau, program ini merupakan salah satu cara untuk memenuhi kebutuhan nutrisi keluarga di wilayah binaan LKC Dompet Dhuafa Banten tersebut. (Senin, 29/06)

Adapun penamaan Ramadhan Hijau, karena ini merupakan program kelanjutan dari bulan Ramadhan 1441 Hijriah tahun ini. “Program ini dinamakan Ramadhan Hijau karena berlangsung sejak bulan Ramadhan, kemudian terus berjalan sampai hari ini,” kata Rini selaku Penanggung Jawab Program Ramadhan Hijau, di sela-sela kegiatan gotong royong bersama warga. Ramadhan Hijau merupakan intervensi dari program Kampung Cekal Corona Dompet Dhuafa yang sudah berlangsung sebelumnya.

“Ramadhan hijau ini juga intervensi dari Program Kampung Cekal Corona Dompet Dhuafa. Jadi setelah diresmikannya Kampung Cekal Corona, LKC Dompet Dhuafa bersama masyarakat melangsungkan sejumlah kegiatan, termasuk diantaranya Program Ramadhan Hijau ini,” lanjut Rini.

Sejumlah rangkaian kegiatan dilaksakan hari ini oleh tim dari LKC Dompet Dhuafa bersama dengan para warga. Ramadhan hijau sampai hari ini mengimplementasikan banyak sekali program, satu diantaranya ada edukasi penanaman sayuran, praktek langsung penanaman pohon, dan melakukan aktifitas budikdamber.

“Hari ini kita bersama para warga menanam sayuran, seperti bayem merah, bayam hijau, caisim, tanaman hias, jahe dan memberikan edukasi (serta praktek) budikdamber. Hari ini kita menaruh bibit lele sebanyak 570 ekor dan akan kita monitoring melalui kader di wilayah ini,” ujar Rini.

Sapri selaku Ketua RT 08 RW 03 Kampung Gowok, Serang, Banten, mengungkapkan bahwa kegiatan ini amat bermanfaat bagi warganya.

“Budi daya ikan dalam ember ini amat bermanfaat bagi warga kami pak, selain itu juga kan ada penanaman pohon hias dan tanaman sayur. Mudah-mudahan kegiatan yang diadakan oleh Dompet Dhuafa dan Myris ini mendorong semangat warga untuk mandiri, mandiri menanam dan mandiri juga memelihara ikan lele,” Ujar Sapri di saat bergotong royong bersama warganya.

Nantinya ketika panen, lele yang dipelihara ini akan didistribusikan ke lima puluh kepala keluarga. Selain lele, tanaman sayur dan obat yang sudah ditanaman nantinya untuk dimanfaatkan oleh para warga.

“Jika lele sudah siap dipanen warga, dan hasilnya maksimal, nantinya akan didistribusikan ke 50 kepala keluarga. Tanaman obat dan sayur yang ditanam ini untuk dimanfaatkan para warga, jika warga butuh sayur dan tumbuhan obat untuk diolah ini bisa dimanfaatkan oleh warga,” tutup Rini.

Sekilas tentang Dompet Dhuafa

Dompet Dhuafa adalah lembaga Filantropi Islam yang berkhidmat dalam pemberdayaan kaum Dhuafa dengan pendekatan budaya melalui kegiatan filantropis (welasasih) dan wirausaha sosial. Selama hampir 27 tahun, Dompet Dhuafa telah memberikan kontribusi layanan bagi perkembangan umat dalam bidang sosial, kesehatan, ekonomi, dan kebencanaan serta CSR.

Sumber   : Dompet Dhuafa

Penulis   : Fatzry

www.dompetdhuafa.org

Artikel sebelumyaManchester United akhirnya bermain imbang saat berhadapan dengan Norwich City 1-1
Artikel berikutnyaRupiah Loyo ke 14.245 per Dolar AS di Tengah Penguatan Mata Uang Asia