PDIP Kabupaten Serang Dorong Polres Usut Pembakaran Bendera

241
Pdip kabupaten serang
Serang – DPC PDIP Kabupaten Serang mendatangi Mapolres Serang dalam rangka mendorong penuntasan kasus pembakaran bendera partai berlambang Banteng itu. Senin, 29 Juni 2020.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Kabupaten Serang, Madsuri dengan tegas mengutuk aksi pembakaran bendera PDIP dalam aksi penolakan RUU HIP beberapa hari lalu. Ia menilai perbuatan massa aksi mencoreng nama baik ketua umum PDIP, Megawati Soekarnoputri.

“Mendorong pengusutan hukum hingga tuntas termasuk para aktor intelektual dan pembakar Bendera Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, untuk diteruskan kepada Kepala Kepolisian Republik Indonesia dan/atau Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya, sesuai dengan tempat kejadian peristiwa,” tegasnya.

Ketua pdip kabupaten serang
Madsuri, Ketua DPC PDIP Kabupaten Serang Serahkan pernyataan sikap partai kepada AKBP Mariyono, Kapolres Serang.

“Politik itu menebar kebaikan, membangun optimisme, spirit persaudaraan dan rekonsiliasi sebagai saudara sebangsa dan setanah air,” lanjutnya.

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Kabupaten Serang pun mengajak pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, TNI/Polri, segenap komponen masyarakat di Kabupaten Serang untuk tertib hukum dan menjaga kerukunan kerukunan

“Tetap berpijak pada nilai-nilai Pancasila dan UUD Negara Republik Indonesia 1945, mengedepankan tertib hukum, dan menjadikan keragaman sebagai kekuatan bangsa, serta mencegah radikalisme serta bentuk-bentuk lain yang bertentangan dengan nilai-nilai Ideologi Pancasila dan UUD Negara Republik Indonesia 1945,”

Serta dalam menghadapi Pemilihan dan Wakil Bupati kabupaten Serang 9 Desember mendatang pihaknya menghimbau untuk mengedapankan dialok isu sosial bukan isu SARA.

“Dalam mengadapi Pilkada kabupaten Serang mari kedepankan dialog sosial, dan tidak mempolitisasi isu SARA untuk kepentingan Elektoral,” pungkasnya.

BACA JUGA:  Satresnarkoba Polres Serang Kota Ringkus 5 Pelaku Penyalahgunaan Narkoba
Artikel sebelumyaRupiah Loyo ke 14.245 per Dolar AS di Tengah Penguatan Mata Uang Asia
Artikel berikutnyaKomisi VII dan Menteri ESDM Sepakati Asumsi Dasar Makro Sektor ESDM dalam RAPBN 2021