Belum Ada Kejelasan Terkait Sampah Cipeucang Bisa Dibuang ke Jatiwaringi.

0
TPA CIPEUCANG
TANGSEL – Wacana pelimpahan 400 ton sampah dari tempat pembuangan akhir (TPA) Cipeucang milik Kota Tangerang Selatan ke TPA Jatiwaringin milik Kabupaten Tangerang masih menggantung, karena belum ada kejelasan soal regulasi pelimpahan sampah tersebut.Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum mendapatkan kejelasan terkait kerjasama pelimpahan sampah itu. “Kita masih nunggu pembahasan di tingkat kabupaten. Infonya mereka masih membuat keputusan dan regulasinya melalui Peraturan Bupati Tangerang,” kata Wakil Walikota Tangsel.

Akibat dari belum adanya regulasi tersebut, Pemkot Tangsel belum menganggarkan untuk tipping fee pelimpahan sampah dari TPA Cipeucang ke Jatiwaringin.“Infonya penghitungan tipping fee dilakukan per truk berkapasitas 2,5 ton, perkiraan Rp 350 ribu. Mungkin menghitungnya jadi lebih mudah kalau tipping fee dibayar per truk,” ungkap dia.

Seperti diketahui, jika kerjasama tersebut berjalan, akan ada 400 ton sampah perhari dari [Cipeucang] Kota Tangsel dilimpahken ke Jatiwaringin Kabupaten Tangerang. Asumsinya, jika setiap truk sampah mampu mengangkut sampah 2,5 ton dalam sekali angkut, maka diperkirakan ada 160 angkutan sampah setiap harinya. Jika dikalikan tipping fee Rp350 ribu untuk setiap truknya, maka dalam sehari akan menghabiskan biaya Rp 56 juta.

“Perhitungan anggaran akan dilakukan setelah adanya regulasi dan kesepakatan antara dua wilayah. Kalau sudah diketahui tipping fee pastinya berapa, nanti akan dianggarkan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2020 September nanti,” tutur Wakil Wali Kota.

Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangsel, Yepi Suherman mengatakan hal yang sama. “Sampai saat ini kita masih menunggu regulasinya dari Pemerintah Kabupaten Tangerang. Tapi untuk lebih pastinya langsung ke Kabid Persampahan Pak Wismansyah ya,” singkatnya.

BACA JUGA:  Mobil Seorang Jaksa Raib Dibawa Kabur Pencuri

Adapun wacana pelimpahan sampah dari TPA Cipeucang ke TPA Jatiwaringin tersebut buntut dari longsornya sheet pile TPA Cipeucang pada 22 Mei 2020 lalu. Akibatnya, sekira 100 ton sampah tumpah dan mencemari aliran Sungai Cisadane.

Persoalan tersebut, hingga saat ini belum menemui titik terang. Para penegak hukum mengaku masih berproses untuk menemukan adakah unsur pidana dan perdata mulai dari pembangunan hingga terjadinya longsoran yang disebut para aktivis lingkungan, sebagai kejahatan lingkungan.