Broadcast Airin untuk Pilkada,Bawaslu Putuskan Camat Pondok Aren Bersalah

305
BAWASLU TANGSEL
TANGSEL – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) akhirnya memutuskan Camat Pondok Aren, Makum Sagita, bersalah karena sengaja mengeluarkan perintah penggalangan ASN di Pilkada Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Camat Makum Sagita terbukti mengirimkan pesan arahan kepada Sekretaris lurah (Sekel) Jurang Mangu Timur, Sidik. Pesan itu berupa arahan agar Lurah dan Sekel menyetorkan data pegawai ASN, RT, RW, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga meminta mencarikan koordinator TPS.

Koordinator Divisi Penindakan Bawaslu Tangsel Ahmad Jazuli menjelaskan, Sekretaris Lurah (Sekel) Jurangmangu Timur, Sidik, yang menyebar broadcast itu mengaku dapat perintah dari atasannya. Berdasarkan fakta keterangan dan bukti yang didapat, atasan Sekel Jurangmangu Timur adalah Camat Pondok Aren Makum Sagita.

Sebelumnya Makum tidak mengakui perihal broadcast yang telah ia sebar kepada Sekel Jurangmangu Timur. Saat dikonfirmasi lalu, Makum mengaku bahwa dirinya telah difitnah atas penyebaran broadcast tersebut. “Pelaku atas nama Makum Sagita, sebagai camat dapat dikategorikan pelanggaran berupa pemetaan politik jelang Pilkada Tangsel 2020. Dia juga terbukti yang membagi broadcast itu kepada Sekretaris Lurah Jurangmangu Timur, Sidik,” kata Jazuli di kantor Bawaslu, Jumat (3/7).

Dia menambahkan, berdasarkan hasil rapat pleno Bawaslu pada 1 Juli 2020, Makum dinyatakan bersalah. Makum melanggar netralitas ASN terkait broadcast Wali Kota Airin minta data ASN dan Koordinator TPS jelang Pilkada Tangsel 2020.

“Jadi, kami hanya merekomendasikan dan mengumumkan laporan dan meneruskan temuan ini ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN), karena kita sifatnya rekomendasi, maka kita laporkan,” ujarnya.

Pleno pimpinan Bawaslu Tangsel digelar di kantor sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu), Serpong, 1 Juli 2020. Camat Makum Sagita diputus bersalah berdasarkan temuan Nomor 003/TM /PW/Kot/11.03/VI/2020. Dalam putusan, Makum dinyatakan sebagai pelaku. “Pleno 5 pimpinan Bawaslu menyatakan demikian. Dia tetap tidak mengakui, tapi fakta dari penelusuran kami kan berbeda,” imbuh Jazuli.

BACA JUGA:  Keterlaluan Dimasa pandemi Rakyat Kecil Susah, DPR Dapat Fasilitas Isoman Hotel Mewah

Selanjutnya, Bawaslu mengirim rekomendasi kepada Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) soal status temuan itu. Adapun sanksi yang akan diberikan kepada Makum diserahkan kepada institusi terkait.”Kalau itu ranahnya nanti di KASN, kita sudah teruskan kesana,” ucap Jazuli.

Jazuli sendiri enggan berspekulasi apakah perkara itu terhenti sampai Camat atau bisa dilanjutkan ke jenjang lebih tinggi sebagaimana disebut isi pesan “Broadcast” tersebut. Di antaranya perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Wakil Wali Kota, hingga Wali Kota Airin Rachmi Diany. “Itu sudah ada putusan, jadi sesuai putusan saja,” pungkas Jazuli.

Artikel sebelumyaDrs.Muhammad disandingkan Saraswati ,Sara Kita Pasti Berikan Yang Terbaik Untuk Rakyat.
Artikel berikutnyaGerindra Tangsel Bantah Jalin Koalisi dengan PDIP Dalam pilkada Tangsel 2020