Lebak Banten mengalami penambahan kasus baru covid-19, Jumlah kasus positif menjadi 21 kasus

1
Lebak Banten mengalami penambahan kasus baru covid-19, Jumlah kasus positif menjadi 21 kasus
LEBAK – Humas Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Lebak Banten, Doddy Irawan mengatakan ada penambahan kasus baru warga terkonfirmasi positif Covid-19. Pasien baru tersebut merupakan warga Kecamatan Bayah, berjenis kelamin perempuan dengan usia 35 tahun. Jumlah kasus positif menjadi 21 kasus.

“Sebanyak 12 orang sudah aman (sembuh ) dari covid -19, delapan orang masih dalam pengawasan dan satu orang meninggal dunia,” ujar Doddy di Lebak Banten, Jum’at, 3 Juli 2020. Selalu memakai masker saat beraktivitas di luar rumah, rajin mencuci tangan dan menerapkan physical distancing.

Sementara itu, kata dia, berdasar data yang dihimpun pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 51 orang, 29 orang dinyatakan aman dari covid-19, 10 dalam pengawasan dan 12 orang meninggal dunia. Doddy mengatakan, untuk memutus rantai penyebarannya, rapid test terus dilakukan oleh Gugus Tugas Lebak Banten.

“Selalu memakai masker saat beraktivitas di luar rumah, rajin mencuci tangan dan menerapkan physical distancing,” kata Doddy.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak, Triyatno Supiono mengatakan, sudah sekitar 8 ribu orang mengikuti rapid test di Lebak dengan metode mengambil sampel darah.

Untuk informasi, kasus positif Covid-19 di Lebak berjumlah 20 orang, satu di antaranya meninggal dunia. Kasus penyebaran di wilayah selatan Provinsi Banten ini meningkat pasca hari raya Idul Fitri 1441 Hijriah.

“Tanggal 16 Juni sudah 5.334 orang, nah sekarang dengan beberapa kali rapid test yang kami lakukan jumlahnya sudah sekitar 8 ribuan orang,” kata Triyatno, Rabu, 1 Juli 2020.

Jumlah tersebut, kata Triyatno, belum termasuk dengan warga yang mengikuti rapid test melalui mobil atau drive thru yang mulai dilaksanakan Dinkes Provinsi Banten di Rangkasbitung.

Triyatno mengatakan, rapid test yang dilakukan kepada delapan ribuan orang terdiri dari rapid test antigen dan antibodi.

BACA JUGA:  Tengku Zulkarnain Legowo Tidak Lagi Manjadi Pengurus MUI

“Sekitar 6 ribu orang itu rapid test antibodi, ini yang bantuan dari provinsi. Sisanya rapid test antigen yang penggunaannya lebih kepada orang-orang kontak erat dan lingkungan di tempat pasien positif,” kata dia.