Datangi Kantor Bupati, Ojol Minta Ijin Kelonggaran Angkut Penumpang

296
ojol ke kantor bupati
KAB TANGERANG – Perwakilan ojek online (Ojol) di Kabupaten Tangerang belum lama ini mendatangi kantor Bupati Tangerang. Mereka meminta adanya kelonggaran atau izin angkut penumpang, dalam saat pembatasan sosial berskala besar (PSBB) jilid kelima.

Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar mengatakan, aspirasi mitra ojek berbasis apilikasi [Ojol] akan dikaji antara pemerintah dengan penyedia layanan. Dirinya menuturkan, akan memanggil penyedia layanan sebelum memberikan izin mengangkut penumpang.

“Terima kasih atas kedatangan perwakilan ojok online [ojol] yang menyampaikan aspirasi nya terkait kelonggaran di PSBB untuk bisa menarik penumpang. Memang roda ekonomi harus jalan, sehingga masyarakat bisa terus produktif di tengah pandemi ini,” jelasnya.

Lebih lanjut Zaki menegaskan bahwa pihaknya akan segera mengundang mitra serta go-jek maupun grab selaku aplikator ojek online yang ada di Kabupaten Tangerang. Karena menurutnya, perlu ada kajian bagaimana protokol kesehatan tetap dijalankan saat pengemudi ojol roda dua diperbolehkan mengangkut penumpang.

“Saya harapkan nanti akan diadakan simulasi dan akan mengundang perusahaan ojek online tersebut karena ini adalah sebagian besar tanggung jawab mereka. Jadi harus ada pembicaraan apa dan bagaimana bersama pemerintah,” jelasnya.

Zaki menagaskan, ojol diharuskan melakukan simulasi sebelum mendapat izin mengangkut penumpang. Lanjutnya, apabila sudah dilakukan simulasi, serta sejalan dengan hasil kajian medis maka kemungkinan akan diperbolehkan mengangkut penumpang.

“Kita dari pemkab, akan mendorong Gubernur Banten agar bisa memberi kelonggaran kepada ojek online untuk bisa menarik penumpang. Kita akan sampaikan kajian dan hasil simulasinya kepada pak gubernur. Kita memahami perlunya ada izin sehingga pendapatan ojol ini kembali normal,” ujarnya.

Sementara Indrajit, perwakilan ojek online berharap Pemkab Tangerang bisa mengakomodir keinginan serta aspirasinya. Indrajit mengatakan mitra ojol berkomitmen menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Baik saat mengantar barang maupun penumpang.

BACA JUGA:  Pemkot Tangsel Melajutkan PPKM 4, Bantuan Sosial Tunai Segera Disalurkan

“Saat ini ojek online yang tersebar di Kabupaten Tangerang umumnya di Tangerang Raya merasa kesulitan dengan adanya pembatasan untuk dilarang mengangkut penumpang. Tentunya, jumlah order yang masuk,” bebernya.

Biasanya, kata dia, sehari ojol bisa mendapat poin 20 namun saat ini hanya bisa dua atau tiga poin dalam satu hari.

“Ini jelas menurunkan pendapatan secara signifikan. Hal ini yang kita inginkan dari pemerintah agar memberikan kami izin mengangkut penumpang,” tandasnya.

Diketahui saat penerapan PSBB di Tangerang Raya masih berlanjut. ojek online roda dua hanya diperbolehkan mengangkut barang maupun mengantar pesanan makanan. Kebijakan ini dinilai menurunkan pendapatan semua mitra ojek berbasis aplikasi.

Artikel sebelumyaMantan Ketua KPK Siapkan Lahan 1,000 Hektare di Banten, Untuk Tanam ‘Jengkol’
Artikel berikutnyaMengejutkan! Ini Pengakuan Istana soal Isu Reshuffle Kabinet Menteri Jokowi