Disperindag Tangsel Rencanakan Revitalisasi Pasar Ciputat, Pengamat Kaitkan dengan Pilkada Serentak

1
pasar ciputat
TANGSEL – Anggaran Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) akan disalurkan pada revitalisasi, menghidupkan kembali Pasar Ciputat. Sebanyak Rp 14 miliar diketahui akan disalurkan Dinas Bangunan dan Penataan Ruang (DBPR) untuk pasar tersebut.

Penyaluran dana itu menimbulkan reaksi dari banyak pihak, sebab Pasar Ciputat telah melalui revitalisasi pada 2017 lalu dengan memakan biaya sebanyak Rp 2 miliar. Menanggapi itu, Kepala Disperindag Kota Tangsel, Maya Mardiana membuka suara pada Selasa, 7 Juli 2020.

Ia menjelaskan bahwa revitalisasi Pasar Ciputat kali ini bertujuan demi memenuhi target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Wali KotaTangsel.

“Jadi saat ini yang direncanakan di Pasar Ciputat adalah revitalisasi. Sarana dan Prasarana (Sarpras), fasilitas penunjang diantaranya kelengkapan untuk kios atau lapak, Ramp (jalur troli dan penyandang disabilitas) di setiap lantai,” ujarnya.

Sebelumnya dalam artikel ‘Telah Direhab 2017 Lalu, Disperindag Tangsel ‘Ngotot’ Revitalisasi Pasar Ciputat Jelang Pilkada’, terdapat pula revitalisasi yang akan dilakukan dari sisi tata letak Pasar Ciputat.

Tata letak, pencahayaan, sirkulasi udara, saluran air, saluran pembuangan, ruang laktasi, ruang publik, mushola, dan lainnya,” tambahnya.

Ia pun menambahkan bahwa Pasar Ciputat masih banyak yang harus direnovasi agar dapat lebih baik lagi.

proses lelang

“Los atau kios memerlukan perbaikan fungsi, seperti pencahayaan, saluran air, saluran pembuangan, listrik, udara untuk kenyamanan pedagang dan konsumen,” ujar Maya.

Menurutnya, perbaikan yang sebenarnya Pasar Ciputat yaitu menghidupkan kembali hal-hal di dalamnya agar kembali menjadi vital.

“Revitalisasi yang sesungguhnya adalah proses atau cara untuk menghidupkan kembali suatu hal yang sebelumnya kurang berdaya menjadi vital. Caranya dengan perbaikan segala lini,” ujarnya.

Sebelum keputusan itu diambil, terdapat silang pendapat terkait wacana pelaksanaan program di Pasar Ciputat dari Ketua Komisi III DPRD Kota Tangsel, Zulfa Sungki.

BACA JUGA:  Pencarian remaja tenggelam di laut Sukabumi belum buahkan hasil

Zulfa mengatakan bahwa kini Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel hanya akan melakukan renovasi.

Bukan revitalisasi, tapi renovasi. Kepala Bidang (Kabid) juga ngomongnya itu renovasi. Karena kalau revitalisasi, anggarannya pasti di atas Rp 100 miliar, karena rombak dari awal,” tambahnya.

Pengamat Kebijakan Publik Universitas Trisakti, Trubus Rahadiansyah pun menyatakan, jika pembahasan soal Revitalisasi Pasar Ciputat telah selesai pada 2018, semestinya segera dijalankan.

“Ya kalau sudah dibahas di Badan Anggaran (Banggar) dan sudah selesai semua pembahasannya, harusnya segera dilaksanakan,” ujar Trubus.

Ia sempat heran bahwa revitalisasi Pasar Ciputat justru dikerjakan seiring dengan Pilkada serentak.

“Kan jadi timbul pertanyaan, kenapa justru dikerjakan pada 2020, dimana Tangsel akan melaksanakan Pilkada serentak. Seperti ada warna kepentingan politik, jika baru dikerjakan saat ini,” kata Trubus Rahadiansyah saat dikonfirmasi wartawan.