Bawaslu Kabupaten Serang Akan Perketat Pengawasan Kampanye Daring

236
1
Bawaslu kabupaten serang
Abdurrohman (Baju Putih), Komisioner Bawaslu Kabupaten Serang saat berikan sosialisasi pengawasan pada tahapan Pilbup 2020
Serang – Dalam mengantisipasi kecurangan pada setiap tahapan Pilbup 2020. Bawaslu Kabupaten Serang meminta peran serta Organisasi Kepemudaan (OKP), Tokoh Masyarakat, dan Tokoh Agama dalam melakukan pengawasan.

Hal itu tergambar saat Bawaslu menggelar Sosialisasi Pengawasan untuk Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati kabupaten Serang di Yayasan Karya Mandiri, Kareo, kecamatan Jawilan, Serang-Banten. Jumat, 10 Juli 2020.

Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Serang, Divisi Pengawasan, Humas dan Hubungan Antar Lembaga, Abdurrohman mengatakan, semua elemen sosial perlu dilibatkan dalam pengawasan pemilu untuk menjaga kualitas demokrasi.

“Persoalan pemilihan bukan hanya tanggung jawab penyelenggara pemilu ada tanggung jawab masyarakat didalamnya termasuk pengawasan. Kami harap masyarakat teredukasi bahwa aturannya sudah ada laranganya sudah jelas, ayo kita wujudkan bahwa pemilihan ini pesta demokrasi, bukan pesta intimidasi, bukan pesta uang esensinya kan begitu,” kata komisioner Bawaslu yang akrab disapa Oman.

Ditempat yang sama, Peserta undangan Sosialisasi, M. Ridwan selaku Sekjend Himpunan Mahasiswa Jawilan (HIMAJA) menyoroti pencegahan, pelaporan, dan mekanisme kampanye Dalam Jaringan (Daring).

Ia mengungkapkan trend Pilbup 2020 ditengah Pandemi diprediksi banyak menggunakan medsos sebagai media kampanye, sebab kampanye terbuka dibatasi.

“Problem Pemilu kan bukan hanya di dunia nyata tapi juga di dunia maya. Kalau didunia nyata proses pengawasannya kan sudah jelas bisa langsung, kalau dunia maya seperti apa? Timses calon pasti bakal fokus di dunia media sosial, dikhawatirkan nyewa buzzer gitu, maka rawan adanya colong start kampanye, black campaign, hoax, saling menghina satu-sama lain,” katanya.

Menanggapi hal itu, Abdurrohman menjawab bahwa pihaknya akan menyiapkan strategi pengawasan daring lewat kerja sama dengan Diskominfo.

Bawaslu kabupaten serang
Para peserta antusias tanya jawab dengan narasumber sosialisasi seputar tahapan Pilbup 2020

“Kewenangan kita itu terbatas, misalnya akses data segala macam, misalnya begini, ada laporan black campaign oleh akun tertentu, untuk membuktikan akun itu orang agak susah juga, barangkali yang bisa dilakukan pencegahannya kita Mou nya coba dengan Diskominfo dan pihak terkait, kalo konten itu berkaitan dengan kampanye itu ranah Bawaslu, kalo sudah menyangkut personal seperti hoax ujaran kebencian barangkali sudah pidana umum,” jawabnya.

BACA JUGA:  Asistensi Anti Dumping KADI di Kota Tangsel, untuk Lindungi Produsen

“Jujur kita agak lemah memang berkaitan dengan konten kampanye di medsos terkait kewenangan, kalo bawaslu dikasih kewenangan langsung tutup akun sih lebih baik, itu lah yang tidak kita miliki, kita pastikan bahwa Bawaslu akan awasi kampanye di media sosial dengan ketat,” lanjutnya.

Abdurrahman menambahkan masyarakat diberikan kemudahan melakukan pelaporan pelanggaran Pilbup Serang tahun 2020 bisa secara online.

“Kita punya gowaslu, sips bawaslu jika ada kendala dalam pelaporan bisa kontak lewat akun Sosmed kami. Kalo berbentuk laporan pasti sangat kita respon asalkan tadi memenuhi syarat formil dan materilnya terpenuhi,” tambahnya.

Senada dengan itu, Ketua Panwascam Jawilan, Asep Fathudin, berharap masyarakat dapat terlibat aktif dalam pengawasan pelaksanaan Pilbup 2020.

“Dengan adanya sosialisasi ini harapannya para peserta sosialisasi menjadi rekan kepanjangtanganan dari panwascam atau bawaslu sebagai bentuk pratisipasi dari masyarakat dalam hal pengawasan,” harapnya.