Bawaslu Kota Tangsel Telah Mencatat 4 Pelanggaran Netralitas ASN,Jelang Pilkada Tangsel digelar

1
netralitas ASN Ft Ilustrasi
TANGSEL – Badan Pengawas Pemilu Kota Tangerang Selatan (Bawasu Kota Tangsel) mencatat empat kasus netralitas pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) telah terjadi jelang kontestasi Pilkada 2020 Kota Tangsel. Hal ini diungkapkan oleh Koordinator Divisi Penindakan Bawaslu Kota Tangsel Ahmad Jazuli.

Jazuli mengatakan empat kasus tersebut menyeret empat nama pegawai ASN lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel.
Keempat ASN yang tersandung netralitas dalam pilkada itu yakni Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tangsel Muhamad, Lurah Cipayung Tomy Patria, Camat Pondok Aren Makum Sagita, dan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Tangsel Abdul Rozak.

Namun, dari keempat kasus tersebut hanya tiga kasus yang dinyatakan melanggar netralitas ASN dan telah diteruskan .
“Kalau untuk mengenai temuan itu ada tiga. Tiga-tiganya itu cenderung tentang netralitas ASN dan tiga-tiganya sudah dilaporkan ke KASN (Komisi ASN) sebagai bentuk rekomendasi Bawaslu jelang Pilkada,” kata Jazuli saat dikonfirmasi, Tangsel, Jum’at (9/7/2020).

Koordinator Divisi Penindakan Bawaslu Kota Tangsel Ahmad Jazuli.

Jazuli menjelaskan kasus yang tak terbukti melanggar netarlitas ASN terdapat pada kasus pernytaan dukungan yang dilakukan oleh Abdul Rozak.

Menurutnya pemberhentian kasus Abdul Rozak ditenggarai akan bukti pelapor yang telah dinyatakan termanipulasi oleh pihaknya.

“Yang ini laporan Kemenag sama netralitas ASN tapi dihentikan. Karena ada dua alasan.
“Yang pertama bahwa si pelapor itu ada perbedaan keterangan ketika melaporkan dan juga saat diklarifikasi.

“Saat melaporkan si pelapor mengatakan bahwa mengetahui baru tanggal 26 Juni 2020,” jelas Jazuli

“Kedua setelah hasil klarifikasi dan kajian bukti yang disampaikan pelapor itu ada perbedaan dengan yang ada di grup (Whatsapp) Blandongan Tangsel,” lanjutnya

BACA JUGA:  Komplotan Pelaku Penipuan 14 Mobil Rental Dibekuk Aparat Kepolisian