Dituding Mahasiswa Bermasalah, KBM Latansa Mashiro ‘Ini Intimidasi !’

0
Latansa mashiro
Dokumentasi saat demonstrasi KBM Latansa Mashiro, Kamis (9/7/2020) kemarin menuntut pemotongan UKT sebesar 20 persen.
Lebak – Koordinator aksi Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) Latansa Mashiro Rangkasbitung-Lebak, Mustafid angkat bicara perihal statment Dini Arifian, Wakil Ketua Bidang Kemahasiswaan STIE Latansa Mashiro.

Mustafid menilai pernyataan Dini Arifian, cenderung mengintimidasi mahasiswa, tidak mencerminkan edukasi bagi mahasiswa Latansa Mashiro, “Dalam tanggapannya yang beredar diberbagai media online Pihak kampus diwakili Dini Arifian menyerang personal kami Ia bilang ‘Kami hanya minoritas paling 30 Orang. Dan rata-rata bermasalah, ada anak dari semester 3 sampai 6 semua nilainya E semua, jadi emang anaknya bermasalah. Ada juga anak yang IPK nya 1,4 bermasalah juga anak nya kan gitu,’ kami kutif dari kabar6.com,” katanya kepada Indeksnews Banten. Jumat, 10 Juli 2020.

Mustafid menyayangkan tanggapan yang keluar dari pihak lembaga yang mencari-cari kesalahan mahasiswa, “Ini jelas intimidasi, bahkan ada beberapa dari pihak Lembaga kampus yang mengintimidasi massa aksi dengan memberikan surat perpindahan kuliah jika tetap ikut serta dalam aksi, dan kami sudah mempunyai bukti-buktinya,” katanya.

Lebih lanjut, Mustafid mengatakan Kampus menjustifikasi kepada nilai, “Artinya ini masuk ke wilayah personal, tidak ada korelasinya antara massa aksi dengan nilai maupun tuntutan mahasiswa,” lanjutnya.

mahasiswa la tansa mashiro

Pihaknya berharap seharusnya pihak lembaga memberikan solusi sesuai esensi tuntutan, “Tuntutan yang kami sampaikan dalam aksi ada 3 point. Pertama pemotongan UPP/UKT Sebesar 20%, Kedua transfaransi Dana kemahasiswaan dan alokasi dana kemahasiswaan, Ketiga Meminta kampus untuk mengindahkan KMA 515 tahun 2020 dan Permendikbud nomor 25 tahun 2020 tentang Keringanan Uang Kuliah Tunggal,” tuntutnya.

Terakhir, Mustafid menegaskan pihak kampus untuk menghentikan segala bentuk intimidasi kepada mahasiswa, “Apabila intimidasi terus terjadi dan tuntutan kami tidak di indahkan maka kami Keluarga Besar Mahasiswa akan menggalang Massa yang banyak untuk mengadakan Aksi Jilid ll,” ancamnya.

BACA JUGA:  Mahfud MD: Pemerintah Akan Tindak Tegas, Kutuk Pembunuhan di Sigi