Wahidin Halim Ijinkan Sekolah Lakukan Tatap Muka , Hanya Sekolah di daerah yang mengalami sulit sinyal

312
Gubernur Banten Wahidin Halim
BANTEN – Gubernur Banten Wahidin Halim mengizinkan sekolah di daerah yang mengalami sulit sinyal dan kelas praktikum melakukan kelas tatap muka secara terbatas.Nantinya kelas tatap muka secara terbatas itu akan difasilitasi peralatan yang telah disediakan sekolah serta tetap melaksanakan protokol kesehatan secara ketat.

Menurut Wahidin Halim di Tangerang, Senin, saat ini Banten masih melaksanakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)) dalam rangka penanganan COVID-19 sehingga sekolah diperkirakan masuk bertatap muka pada Desember 2020. Kegiatan belajar-mengajar saat ini melalui sistem daring ​​​​​​​(online).

“Saya tidak ingin ada klaster baru dan tetap waspada terhadap pandemi ini,” kata Wahidin Halim.

Namun dirinya mengizinkan sekolah di daerah yang mengalami sulit sinyal dan kelas praktikum melakukan kelas tatap muka secara terbatas. Dengan difasilitasi peralatan yang telah disediakan sekolah.

WH

Syaratnya, kata dia, dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan secara ketat. Dengan acuan tetap kalender pendidikan untuk Tahun Ajaran 2020-2021 yang dimulai pada Senin (13/7).

Wahidin Halim usai melakukan pertemuan dengan para Kepala Sekolah Negeri di Tangerang juga menjelaskan, sekolah secara terbatas boleh menggunakan dana BOSDA (Bantuan Operasional Sekolah) Daerah dari anggaran APBD Provinsi Banten untuk penyediaan pulsa atau pembelian kuota internet bagi para siswa.

“Jangan jadi beban baru buat para orang tua,” kata dia.

Sementara itu untuk kelas praktikum yang dilaksanakan oleh Kejuruan SMK, Gubernur Banten memberikan izin secara terbatas dengan cara shift atau bergantian agar tetap memperhatikan “social distancing” dan melaksanakan protokol kesehatan, menggunakan masker dan penyediaan tempat cuci tangan.

BACA JUGA:  Pemerintah Segera membuka fitur aplikasi PeduliLindungi
Artikel sebelumyaHMI Ciputat Demo Pemkot Tangsel agar melakukan transparansi terhadap penggunaan Belanja Tidak Terduga (BTT) corona virus Covid-19
Artikel berikutnyaSebanyak 18 Lembaga Negara Akan Dibubarkan, Ini Bukan Hal Baru bagi Presiden Jokowi