Kapolri Jenderal Idham Azis mencopot dua Perwira Tinggi (Pati) Polri terkait kasus penghapusan red notice Djoko Tjandra

270
Kapolri Jenderal Idham Azis
JAKARTA – Kapolri Jenderal Idham Azis mencopot dua Perwira Tinggi (Pati) Polri terkait kasus penghapusan red notice atas buronan kasus cessie (pemindahan hak piutang) Bank Bali Djoko Tjandra.Kedua jenderal yang dicopot adalah, Kadivhubinter Polri Irjen Napoleon Bonaparte dan Sekretaris NCB Interpol Indonesia Divhubinter Polri, Brigjen Pol Nugroho Slamet Wibowo.

Dalam TR Kapolri Jenderal Idham Azis, Irjen Napoleon Bonaparte dimutasikan sebagai Analis Kebijakan Utama Itwasum Polri. Posisi Kadivhubinter Polri akan dijabat oleh Brigjen Johanis Asadoma yang sebelumnya menjabat sebagai Wakapolda Nusa Tenggara Timur.Sementara Brigjen Nugroho Slamet Wibowo dimutasikan sebagai Analis Kebijakan Utama Bidang Jianbang Lemdiklat Polri. Jabatan Sekretaris NCB Interpol Indonesia Divhubinter Polri akan dijabat oleh Brigjen Amur Chandra Juli Buana.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Awi Setiyono membenarkan adanya mutasi yang diperintahkan Kapolri Jenderal Idham Azis tersebut. “iya benar,” kata Awi di Mabes Polri, Jumat (17/7).

Awi menjelaskan, mutasi dilakukan keduanya diduga melanggar kode etik. Adapun keduanya dinilai lalai dalam pengawasan staf.

“Pelanggaran kode etik maka dimutasi. Kelalaian dalam pengawasan staf,” ujarnya.

BACA JUGA:  Realisasi Dana Covid Banten 27,70 Persen, Insentif Nakes 56,07 Persen
Artikel sebelumyaGerindra: Akan Sangat Baik Jika Presidential Threshold 0 Persen
Artikel berikutnyaPB HMI: Semua Kementerian Harus Kerja Ekstraordinary !