Beredar Meme Pertanyakan Dari Mana Uang Kurban Cawalkot Tangsel, Nur Azizah

582
Beredar Meme Pertanyakan Dari Mana Uang Kurban Cawalkot Tangsel, Nur Azizah
INDEKSNEWS.COM – Jelang perayaan Hari Raya kurban 1441 H/2020 M, jagat media dihebohkan dengan munculnya isu yang menyebut bahwa Bakal Calon Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Nur Azizah akan menunaikan ibadah kurban dengan jumlah yang terbilang funtastic. Pasalnya, hewan yang akan dikurbankan berjumlah 1.000 ekor kambing.

Kabar tersebut sontak membuat masyarakat mempertanyakan dari mana sumber dana yang akan digunakan untuk membeli sejumlah kambing yang terbilang begitu banyak. Padahal, jika diasumsikan harga kambing di pasaran dengan kisaran 3 juta saja, maka dana yang harus dirogoh oleh Nur Azizah sebesar 3 M.

Sejumlah kanal media sosial seperti Facebook, Twitter, Instagram dan WhatsApp menjadi saluran persebaran gambar meme yang memuat informasi dari mana sumber dana yang akan digunakan untuk melakukan ibadah kurban tersebut. Alih-alih ibadah, publik justru menduga bahwa yang dilakukan oleh putri Wapres Ma’ruf Amin semata-mata untuk mendongkrak popularitasnya di masyarakat.

Demikian disampaikan oleh Ahmad Hamdani Malik, salah satu warga Pondok Cabe, kecamatan Pamulang. Menurutnya, target hewan kurban yang akan dikeluarkan oleh Nur Azizah sangat membuat masyarakat heboh dan menduga-duga.

“Sebagai masyarakat, saya tentu sangat senang dengan adanya informasi ini. Bayangkan jika 1.000 ekor kambing disebar di 54 kelurahan yang ada di Tangsel, saya kira akan sangat membantu masyarakat, terutama masa pandemi begini. Tetapi warga di sekitar justru menanyakan kebenaran info itu sekaligus sumber dananya,” ungkapnya saat di mintai komentar di salah satu cafe di bilangan Pamulang, Minggu (26/07).

Malik, biasa dirinya panggil, meminta Cawalkot Tangsel ini mengkonfirmasi terkait kebenaran info tersebut. Selain itu juga diumumkan kepada publik darimana sumber dana yang digunakan. “Jangan sampai ibadah tahunan ini dinodai dengan hal-hal yang sifatnya politis dan membuat masyarakat tak nyaman dengan keragu-raguan yang timbul,” tukasnya.

BACA JUGA:  PPDB Tangerang-Tangsel, Masuk SMKN-SMAN Diduga Ada Praktek Jual Beli Kursi

Ketika ditanya soal Pilkada Tangsel, Malik menegaskan menolak segala macam praktek transaksional jelang Pilkada. “Memang dalam politik kita semua tahu bahwa setiap kegiatan kandidat pasti ada maunya. Untuk itu kami menegaskan menolak adanya jual beli suara atau politik uang dalam bentuk apapun, termasuk dengan embel-embel agama,” pungkasnya.

Artikel sebelumyaDana Pilkada Tangsel 2020,Cair 100 Persen
Artikel berikutnyaPilkada Tangsel 2020 Perang Dinasti, Apakah Wapres Akan Turun Tangan?