Masih Jabat Sekda Tangsel, Muhammad Sudah Kampanye Manfaatkan Reses Dewan

1
Acara reses anggota DPR RI. Dalam acara itu Sekertaris Daerah Kota Tangsel yang juga calon Wakikota, Muhammad hadir
INDEKSNEWS.COM – Jelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Tangerang Selatan (Tangsel), berbagai manuver politik hingga terun langsung menyapa masyarakat semakin getol dimainkan oleh sejumlah kandidat.

Namun demikian, belakangan publik mengecam keras agenda politik terselubung yang digunakan oleh sejumlah kandidat dengan menggunakan fasilitas negara sebagai upaya mendongkrak popularitas pribadi ataupun pasangan calon (Paslon) kontestan Pilkada Tangerang Selatan.

Seperti yang dilakukan oleh Sekretaris Daerah Tangsel, Muhammad yang dinilai tidak etis, lantaran menggunakan fasilitas negara untuk kepentingan pribadinya sosialisasi. Beberapa kegiatan yang tertangkap kamera media, Muhamad kerap kali melakukan sosialisasi pencalonan dirinya padahal saat yang sama ia masih menjabat sekretaris daerah dan belum mundur sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).

Berdasarkan pantauan awak media, Muhamad terlihat menghadiri acara reses Anggota Komisi VI DPR RI, Ananta Wahana, di Rumah Makan Remaja Kuring, Serpong, Tangsel, Minggu (26/7/2020). Pada acara yang bersamaan juga terlihat Rahayu Saraswati Djojohadikusumo (Sara) yang merupakan kandidat calon wakilnya yang akan ikut berlaga di Pilkada Tangsel.

Pemerhati pilkada Agusta Surya Buana berpendapat, seharusnya seorang publik figur apalagi sekelas pejabat tinggi seperti sekretaris daerah memiliki bekal pengetahuan yang luas dan kebijaksanaan yang tinggi. Sudah pasti yang bersangkutan mengetahui kode etik dan aturan yang berlaku.

“Kalau sudah menjadi tokoh dan mau maju di pilkada seharusnya sudah persiapan jauh-jauh hari. Ikut kontestasi pilkada itu bukan untung-untungan, tentu sudah direncanakan sebelumnya. Kalau sudah begitu, harusnya dipelajari aturan hukum dan kepatutan yang berlaku. Jadi Pak Muhammad ini harusnya jantan dong mundur dari ASN dan mundur dari jabatan sekda Tangsel, masa gak malu segitu atribut dipasang di berbagai jalan dan sudah dapat rekomendasi dari parpol, masih digenggam saja itu jabatan,” kata Agusta, Rabu (29/07) kepada Indeksnews.com.

BACA JUGA:  Saraswati: Anda boleh fitnah saya tapi jangan berpikir kalian bisa membohongi rakyat Tangsel

Ia menilai wajar, apabila ada tudingan memanfaatkan fasilitas negara kerap ditujukan kepada dirinya karena semua tahu aturan. Anggota parleman, anggota militer, polisi dan ASN harus mundur kalau mau ikut kontes dalam pilkada.

Tentu, menurutnya, kalau seorang pejabat sekelas Sekertaris Daerah yang merupakan jabatan Aparatur Sipil Negara (ASN) tertinggi di daerah, harus mundur. Agar tidak terjadi konflik kepentingan dan pemanfaatan fasilitas negara.

“Jadi kasus reses anggota DPR RI yang dimanfaatkan untuk sosialisasi cakada harus jadi pelajaran bersama. Itu reses kan pakai duit negara, pakai uang rakyat. Jangan dipakai untuk kepentingan pilkada, langsung atau tidak langsung. Reses itu untuk menyerap aspirasi pembangunan atau program anggota dewan, bukan untuk sosialisasi calon yang diusung partainya anggota dewan,” kata Agusta.

Informasi, Muhamad adalah Sekretaris Daerah Kota Tangsel. Yang bersangkutan ikut kontestasi pilkada Tangsel 2020. Ada tiga Paslon yang akan ikut kompetisi. Mereka adalah Benyamin Davnie-Pilar Saga yang diusung oleh Partai Golkar dan PPP. Pasangan ini dianggap representasi dari petahana Airin Rachmi Diany. Kemudian ada Siti Nur Azizah Ma’ruf – Ruhamaben yang akan diusung oleh Partai Demokrat dan PKS. Ketiga, Paslon Muhamad-Rahayu Saraswati yang bakal diusung oleh Partai Gerindra dan PDIP. (Haji Merah).