Kisah Pilu Seorang Ibu Di Cikande Merantai Anaknya Di Makam

625
odgj cikande serang
SSW (25) dirantai dipohon diarea makam kampung Pemakaman Desa Gembor Udik kecamatan Cikande
Serang – Seorang ibu berinisial A (50) asal Desa Kamurang, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, dua pekan terakhir terpaksa merantai anaknya dikuburan yang mengidap Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) sejak enam tahun yang lalu.

Kepada Indeksnews Banten. A bercerita, hal itu terpaksa dilakukan karena dirinya sudah tidak mampu lagi membawa anaknya berinisial SSW (25) ke Rumah Sakit untuk mendapatkan perawatan. Sehingga, sesuai dengan saran warga ia merantai anaknya di Kuburan Keramat yang dipercaya dapat menyembuhkan ODGJ.

A yang keseharian menjadi tukang masak disalah satu Pondok Pesantren sekitar dengan penghasilan 50 ribu per hari, A merasa kesusahan merawat anaknya.

Selama dua tahun terakhir, A hanya mampu merawat SSW di kamar di rumahnya. Ketika mengamuk SSW menghancurkan seisi rumah bahkan dinding rumahnya yang dibangun oleh program RUTILAHU jebol dihancurkan SSW sehingga A sekarang tinggal di Pondok Pesantren tempat ia mencari sesuap nasi.

serang odgj cikande
Kondisi rumah A (tampak belakang) yang dirusak SSW

“Kondisinya sakit jiwa semenjak 2014 awalnya terus diobati sudah ke Rumah Sakit, Tabib, sudah kemana-kemana tidak sembuh juga, habis segalanya. Beberapa tahun berobat pake uang pribadi. Pernah urus Bpjs, sudah setahun ini belum jadi-jadi enggak tau apa itu kendalanya. Sekarang sudah tidak mampu bawa berobat jadi kalau ngamuk tidak ada obat yang diberi dibiarkan begitu saja, takutnya merusak barang orang lain kalo suruh ganti saya ganti darimana,” keluh A saat ditemui di kediamannya, Selasa (28/7/2020).

A yang memiliki suami seperti bang Toyib ini, rela mengumpulkan limbah untuk mendapat penghasilan tambahan demi anaknya yang ODGJ dan satu anaknya yang lain agar bisa lulus Sekolah Menengah Atas yang sekarang sedang duduk di bangku kelas 12.

Rumah odgj cikande
Tampak depan kondisi rumah A terlihat pintu dan jendela dirusak

“Ke orang lain mah engga ngapa-ngapain cuma ke keluarganya aja, Kakak nya pernah ditonjok sampai mencong dadanya. Udah kayak bola saya ditendang-tendang. Pernah kejadian juga SSW mendatanginya saat bekerja minta rokok kalau ga dikasih ngamuk ke saya sampai Santri-santri ketakutan, upah 50 ribu SSW ambil rokok kewarung 70 ribu dari mana saya harus nombokin,” keluhnya lagi.

BACA JUGA:  Realisasi Dana Covid Banten 27,70 Persen, Insentif Nakes 56,07 Persen

A berharap SSW yang bisa sembuh kembali, serta ia berharap pemerintah turut membantu menangani pengobatan anaknya.

“Katanya disana semalam dua malam di Keramat Pemakaman banyak yang sembuh, ini sudah 2 minggu, tiap hari ibu nganterin makan kesana, ibu mohon perhatian dan bantuan pemerintah. Ingin anak ibu bisa sembuh kembali,” harapnya.

Senada dengan itu, Sekdes Kamurang. Joni membenarkan bahwa ada warganya yang mengidap ODGJ dan Dirantai di Makam di kampung Pemakaman desa Gembor Udik.

“Belum ada bantuan terkait penanganan khusus ODGJ namun kami sudah berkoordinasi dengan pemerintah terkait, pemerintah kecamatan sudah pada tau. Terkait Bpjs nya masih diurus,” katanya.

Ditempat lain, Sekmat Cikande, saat ditemui Indeksnews Banten dikantornya (28/07/2020) akan segera memberikan penangan kepada warganya SSW yang menderita ODGJ.

Info terbaru, dikonfirmasi via telepon Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Cikande menerangkan bahwa SSW telah dijemput oleh pihak Puskesmas Cikande untuk dibawa ke Panti Rehabilitasi ODGJ, yakni Yayasan Dhira Soemantri Wintoha di Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang.

Artikel sebelumyaPAC PDI Perjuangan Bogor Dilempar Bom Molotov
Artikel berikutnya19 Ribu Warga Tangerang Belum Terima Bansos, IKEA Sumbangkan 1.500 Paket Sembako