Dasacita nasional NSI adalah Paradigma baru yang diperlukan oleh para generasi muda. Kenapa? Saat ini, setiap unsur masyarakat sudah gak jelas arahnya

2
GEDUNG SUDIRMAN
JAKARTA – Di setiap unsur terjadi cluster cluster..misal islam ada cluster islam nusantara, islam berkemajuan dan islam terpadu.Di TNI ada cluster cikeas, cluster islam dan cluster jokowi.Di polisi ada cluster BIN, ada cluster pacific place, dan lain lain. Oleh karena itu bahkan komandan TNI pun kehilangan arah. Misal pangkowilhan papua, dari infanteri, wilayahnya laut pacific. Di sumatra dan kalimantan dari laut, padahal teritorinya banyak penduduk. Apakah itu Dasacita?

1. Dasacita satu semangat kebangkitan. Saat ini ada semangat minder nasional. Karena unsur masyarakat dipecah, maka yang Penggerak Muhammadyah minder dengan pengurus NU, dll.Dengan demikian, para jendral TNI sekarang pun minta bintang. Komandan korem, ada yang bintang satu. Komandan marinir, brimob, komandan kodiklat, bintang tiga. Karena yang dikejar bintang, ya skill dan pengetahuannya ketinggalan. Ada jendral yang merasa rugi bila sekolah. Buang waktu keburu tua.

2. Sumpah pemuda adalah Dasacita ke dua . Gara gara cluster tadi, tiba tiba gerbong TNI itu di blok. Ryamizzard itu marah besar karena sudah fit and proper test di DPR, oleh presiden SBY diganti. Marah besar. Sekarang, gerbong cikeas tiba tiba anjlok, diganti besan presiden.

3. Semangat juang perintis. Oleh karena itu masing masing unsur masyarakat harus disuntik semangat juang. Wartawan dulu adalah kuli tinta, sekarang kuli romusha.

4. Visi cita cita nasional. Jadi harus diingat bahwa tidak perlu ada Panglima TNI karena namanya nasional, bukan tentara pemerintah. Karena blunder, ya semua perwira yang memiliki skill dan juara Adhi makayasa pun tersingkir.

5. Tujuan negara. Jadi harus jelas tujuan negara ini adalah sebuah tujuan persatuan. Pembangunan didasari oleh persatuan. Bukan didasari kelompok.

BACA JUGA:  Mahfud MD Ungkap Kini Satgas TNI-Polri Tengah Mengepung Kelompok Mujahidin Indonesia Timur

6. Strategi nasional disusun, ini pemerintah didukung oleh semua unsur. Jangan sampai Mendikbud dimusuhi Muhamnadyah lalu menteri ini mau ngapain, apa madrasah disuruh ngojek?

7. Wawasan nasional. Bahwa persatuan di atas dari semua unsur. Di atas unsur polisi, di atas TNI, bahwa semua berwawasan nasional. Demi Nilai kemanusiaan dan sosial.

8. Ketahanan nasional. Jangan sampai terjadi gejolak krisis. Birokrasi seolah jadi raja. BUMN seolah jadi gadai. Petani jangan dijadikan lahan bansos.

9. Kepentingan nasional adalah kesejahteraan bangsa. Bukan terpecah pecah antar golongan.

10. Kepemimpinan nasional harus di atas kepentingan partai. Kepemimpinan tidak dasar partai, atau ormas, atau khilafah, atau marhaen. Bukan pemimpin sipil, atau militer. Bukan kepemimpinan dengan backing baju coklat. PNS bukan mesin partai. Tidak ada pemimpin hujau merah putih atau kuning.

 

Oleh: Ir. Goenardjoadi Goenawan, MM, (Alumni IPB Teknologi Pangan, dan Magister Manajemen Universitas Indonesia Lulus 1989)