Din Syamsuddin Deklarasikan KAMI Bersama Para Aktivis , Sepakat Kiblat Bangsa Telah Melenceng

231
Deklarasi Koalisi Aksi Selamatkan Indonesia ( KAMI) ,
Deklarasi Koalisi Aksi Selamatkan Indonesia ( KAMI) Hari ini 02 Agustus 2020 bersama Pak Din Syamsuddin, dkk
JAKARTA – Sejumlah aktivis dan para alim ulama berkumpul di RM Gudeg Kendil Mas, Jalan Raya Fatmawati No. 76, Jakarta pada Minggu (2/8). Pertemuan ini mulanya untuk mendeklarasikan Koalisi Aksi Menyelematkan Indonesia (KAMI). Selain Din Syamsuddin , Said Didu Rafly Harun hingga Rocky Gerung.

Dalam pertemuan ini, Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin tegas menyatakan bahwa semuanya bersepakat Indonesia sedang karam. Sehingga, butuh gerakan dari kelompok tertentu untuk bisa bangkit kembali.

“Kita bersetuju dan bersepakat kapal besar Indonesia telah goyang dan hampir karam. Maka perlu anak-anak bangsa bangkit bersama untuk penyelamatan,” tegas Din Syamsuddin dalam acara tersebut.

Menurutnya, menyelamatkan Indonesia adalah menyelematkan jutaan mulut yang butuh makan, karena mereka tidak lagi punya apa-apa untuk dimakan.

BACA JUGA : Tudingan Adian Terhadap BUMN, Konglomerat Ogah Terhadap Megawati dan Prabowo

Termasuk, menyelematkan jutaan keluarga yang menderita karena kepala keluarga terpaksa berhenti bekerja dan harus berada di rumah, sementara kebutuhan bersama keluarga sangat tergantung kepada penghasilan hari itu.

Selain itu, jutaan anak-anak bangsa generasi masa depan yang tidak dapat belajar secara normal juga harus diselamatkan. Ini karena mereka harus belajar secara daring, sementara mereka kekurangan bahkan ketiadaan pulsa dan negara tidak hadir untuk melindungi dan membantu mereka.

“Menyelematkan Indonesia adalah menyelematkan bangsa ini dari praktik korupsi kolusi nepotisme yang masih merajalela bahkan lingkaran terdekat oleh kekuasaan itu sendiri,” tegas mantan ketum PP Muhammadiyah itu.

Indonesia, sambung Din Syamsuddin, juga perlu diselamatkan dari oligarki, kleptokarasi, politik dinasti yang melabrak UU dan melanggar konstitusi UUD 1945.

Masih ada sederet lagi apa yang dapat kita katakan dan saya merasa kehilangan dan kekurangan kata-kata dan frasa untuk mengungkapkannya,” tegasnya.

BACA JUGA:  MMKSI Kenalkan Layanan Mobil Bekas Bersertifikat

“Dari apa yang selama ini secara sungguh-sungguh dari hati saya sampaikan bahwa kiblat bangsa ini telah melenceng. Bahwa cita-cita nasional telah dikangkangi dan dibangkangi,” tutup Din Syamsuddin.