Delapan Perusahaan di Serang Tutup, Akibat Dampak Pandemi Covid -19

2
Delapan Perusahaan di Serang Tutup , Akibat Dampak Pandemi Covid -19
Kadisnakertrans Kabupaten Serang R Setiawan
SERANG – Sebanyak delapan perusahaan industri di wilayah Kabupaten Serang sudah dinyatakan tutup akibat terdampak pandemi Coronavirus Disease (Covid-19).

Hal itu terjadi akibat terbatasnya bahan baku selama pandemi sehingga pabrik tidak bisa beroperasi.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Serang R Setiawan mengatakan, untuk jumlah perusahaan yang tutup akibat terdampak pandemi Covid-19 ada delapan perusahaan.

Data perusahaan tersebut sudah masuk ke Bidang Hubungan Industrial (HI) Disnaker. “Tutupnya akibat bahan baku terbatas,” ujarnya , Senin (3/8/2020).

BACA JUGA: Ini Jadwal Lanjutan Liga Champions, Yang Sempat Terhenti Karena Pandemi Covid-19

Sementara, kata Setiawan, untuk jumlah karyawan yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) saat ini belum ada rilis data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Serang.

Namun berdasarkan data yang sudah masuk ke dinas total yang terkena PHK hingga sebelum Iduladha ada sekitar 9.000 karyawan.

Bagi mereka yang terkena PHK sudah diajukan ke Dinas Sosial untuk mendapatkan bantuan. “Sembilan ribu itu yang diajukan ke Dinsos mudah-mudahan dapat (Bantuan). Data PHK supaya dapat bantuan dipilihnya oleh Dinsos. (Realisasinya) belum tahu karena kebijakan Dinsos,” katanya.

Sementara, Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Jamsostek pada Disnakertrans Kabupaten Serang Iwan Setiawan mengatakan, delapan perusahaan yang tutup akibat pandemi Covid-19 tersebut yakni PT Transformer Indonesia, PT DSG Surya Mas, PT Indo Blok, PT Roda Mas Baja Intan, PT Master Plastindo, PT Bees Footwear, PT Frans Putratex, dan PT Grasindo Prima Sukses.

Total karyawan ter PHK dari delapan perusahaan tersebut mencapai 2.748 karyawan.

BACA JUGA:  Kementerian PUPR Sosialisasikan e-FLPP 2.0 dan SiPetruk, Luncurkan Inovasi Sistem Subsidi Perumahan