Ruhut Sitompul Komentari Deklarasi KAMI Yang Dihadiri Banyak Tokoh

5
Ruhut Sitompul Komentari Deklarasi KAMI Yang Dihadiri Banyak Tokoh
JAKARTA – Politikus PDI Perjuangan Ruhut Sitompul dalam akun twitternya mengomentari deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) yang dihadiri banyak tokoh di Jakarta, Minggu (2/8/2020).

Mantan Anggota Komisi III DPR itu juga menyebutkan bahwa saat ini Presiden Joko Widodo dan jajaran sedang bekerja keras membawa Indonesia menjadi negara maju.

“Deklarasi nih ye. Pakai embel-embel menyelamatkan bangsa. Aku jadi tertawa termehek-mehek. Orang-orangnya mereka lagi mereka lagi,” tulis Ruhut lewat akun Twitternya, Senin (3/8/2020).

Melalui akun resminya @ReflyHZ, ahli hukum tata negara Refly Harun ikut bersuara mengenai kehadirannya di acara deklarasi KAMI. “Saya ditanya kenapa datang ke pra deklarasi KAMI, saya bilang hal-hal yang baik justru harus ikut. Tiap warga harus berpartisipasi dalam caranya sendiri, dengan atau tanpa kekuasaan di tangan,” jelasnya.

BACA JUGA: Warga Dibolehkan Miliki Senjata Api, Netizen Geram dan Bilang Ngawur

Dalam pertemuan ini, Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin tegas menyatakan bahwa semuanya bersepakat Indonesia sedang karam. Sehingga, butuh gerakan dari kelompok tertentu untuk bisa bangkit kembali.

“Kita bersetuju dan bersepakat kapal besar Indonesia telah goyang dan hampir karam. Maka perlu anak-anak bangsa bangkit bersama untuk penyelamatan,” tegas Din Syamsuddin dalam acara tersebut.

Menurutnya, menyelamatkan Indonesia adalah menyelematkan jutaan mulut yang butuh makan, karena mereka tidak lagi punya apa-apa untuk dimakan.

BACA JUGA:  Edhy Prabowo Mundur Dari Kabinet dan Partai Gerindra

Termasuk, menyelematkan jutaan keluarga yang menderita karena kepala keluarga terpaksa berhenti bekerja dan harus berada di rumah, sementara kebutuhan bersama keluarga sangat tergantung kepada penghasilan hari itu

“Menyelamatkan Indonesia adalah menyelamatkan bangsa ini dari praktik korupsi kolusi nepotisme yang masih merajalela bahkan lingkaran terdekat oleh kekuasaan itu sendiri,” tegas mantan ketum PP Muhammadiyah itu.(***)