Selamat Datang Mikel Arteta, Era baru Arsenal Dimulai!

Selamat datang Mikel Arteta, Era baru Arsenal dimulai!
BantenindeksBola – Hanya dalam rentang delapan bulan, Mikel Arteta sukses menghadirkan trofi FA Cup, yang berpotensi jadi gerbang pembuka menuju trofi-trofi lainnya.

Gelar Piala FA yang diraih The Gunners Sabtu lalu seakan memberi sinyal bahwa klub London Utara di bawah polesan Arteta siap merebut trofi-trofi bergengsi berikutnya pada musim depan.

Bayangkan, hanya dalam rentang delapan bulan sejak menggantikan manajer Unai Emery pada Desember lalu, Arteta berhasil mempersembahkan sebuah piala sekaligus menyelamatkan musim kelam Arsenal di periode 2019/20.

Fans Arsenal sampai-sampai berguyon: Arteta cuma perlu waktu delapan bulan untuk bisa memiliki trofi yang sama jumlahnya dengan yang dimiliki rival abadi mereka, Tottenham Hotpsur, dalam 21 tahun! Alih-alih guyon, toh nyatanya ini fakta.

Tak heran bila penggila Arsenal begitu optimstis, Arteta berpotensi menghadirkan kembali kejayaan di Emirates Stadium di musim-musim berikutnya.

Praktis, raihan kampiun di kompetisi tertua Inggris itu membuat Arsenal berhak mengamankan satu tempat di Liga Europa musim depan di saat mereka gagal merebutnya lewat jalur klasemen akhir Liga Primer Inggris, di mana mereka finis di peringkat delapan besar.

Perlu diketahui pula, Arteta masuk dalam buku sejarah sepakbola Inggris setelah menjadi satu-satunya figur yang mampu memenangkan Piala FA baik sebagai pemain dan manajer.

Di samping itu, dia juga jadi manajer pertama yang sukses memenangkan trofi mayor di musim perdana dia menangani sebuah klub sejak George Graham pada musim 1986/87. Masa depan Arsenal di tangan Arteta kini tampak cerah.

Pierre-Emerick Aubameyang Mikel Arteta Arsenal FA Cup 2019-20

Dalam 28 pertandingan yang dilalui pria Spanyol itu bersama Arsenal di seluruh kompetisi resmi musim ini sejak menukangi tim akhir tahun lalu, rekornya terbilang cukup mengesankan.

BACA JUGA:  Dua perenang Inggris Dean dan Scott antarkan Inggris rebut emas perak gaya bebas 200m putra

Arteta meraih 16 kemenangan, enam hasil seri dan enam kekalahan. Untuk seorang yang baru menjalani debut di bench sebagai pelatih kepala, statistik ini layak diapresiasi, terlebih bila menengok rekor Arteta ketika menghadapi tim-tim papan atas. Dimulai ketika The Gunners melibas Manchester United 2-0, dan berturut-turut Meriam London sukses menjinakkan sang juara Liga Primer, Liverpool, 2-1, serta menyingkirkan Manchester City, 2-0, di semi-final Piala FA.

Laga terakhir di atas menarik, karena judulnya adalah sang murid berhasil menendang sang guru Pep Guardiola, manajer The Citizens, klub tempat Arteta menimba ilmu manajerial sebagai asisten pelatih legenda Barcelona itu.

Teraktual, skuad Mikel Arteta berhasil keluar sebagai juara Piala FA setelah menyungkurkan rival London-nya, Chelsea, di Wembley Stadium untuk menambah koleksi trofi mereka jadi 14.

“Saya kira, lebih bagus memenangkan trofi ini [sebagai manajer] dibandingkan sebagai pemain,” ujarnya kepada BBC 5 Live.

“Ini sungguh hari yang spesial. Semoga kami membuat banyak orang bahagia. Para pemain bekerja amat sangat keras. Terima kasih kepada semua staf kami dan para petinggi klub yang memutuskan untuk memberi saya kesempatan yang luar biasa ini, menangani sebuah klub yang ada di dalam hati saya,” tambahnya.

“Saya sangat bangga dengan apa yang kami raih karena saya tahu berbagai kesulitan dan segala yang telah kami lalui,” katanya lagi.

“Bagi saya pribadi, begitu sulit selama enam bulan terakhir dengan banyak hal terjadi di dalam hidup kami, tapi saya hanya punya satu misi ketika saya datang ke sini, yakni membuat para pemain dan staf yakin, kami bisa mewujudkan itu [trofi juara],” tegasnya.

Mikel Arteta David Luiz Arsenal 2019/20

BACA JUGA:  Dua perenang Inggris Dean dan Scott antarkan Inggris rebut emas perak gaya bebas 200m putra

Mikel Arteta tak hanya berhasil mengangkat kembali moril para pemainnya, tapi juga membangun chemistry yang kuat di ruang ganti tim saat Arsenal dalam kondisi porak-poranda pascapemecatan Unai Emery. Bagaimana dia membangun kepercayaan diri David Luiz saat sang bek digempur kritik akibat berbagai blunder yang dibuatnya, hingga veteran Brasil itu berubah jadi sosok berpengaruh bagi tim baik di dalam dan luar lapangan sejak pergantian manajemen. Bagaimana dia meningkatkan Aubameyang menjadi senjata mematikan Arsenal di depan gawang.

Tentu, keberhasilan Mikel Arteta juga tidak bisa dipisahkan dari kegemilangan pemain-pemain kuncinya. Aubameyang jelas yang paling mencolok. Desas-desusnya, final Piala FA bisa jadi laga terakhir superstar Gabon tersebut di tengah beragam isu transfer yang mengitarinya. Namun, gelar juara Piala FA diyakini akan mempersuasi sang striker untuk memperpanjang kontraknya yang tersisa satu tahun lagi.

Yang jelas, Mikel Arteta harus superprotektif dengan asetnya satu ini bila musim depan menatap kans untuk bersaing di jalur juara.

“Aubemayang tahu apa yang saya pikirkan tentangnya. Saya ingin membangun skuad di sekelilingnya. Saya ingin dia bertahan. Ini tentang menyelesaikan kesepakatan [kontrak baru],” jelas Arteta.

Durasi Mikel Arteta menjabat sebagai manajer memang masih seumur jagung, dengan berbagai keberuntungan yang dimilikinya sepanjang musim ini. Namun titel juara Piala FA dalam periode delapan bulannya memandu tim boleh jadi gerbang pembuka menuju trofi-trofi berikutnya.

VIAIndeks News Banten
Artikel sebelumyaWarga Dibolehkan Miliki Senjata Api, Netizen Geram dan Bilang Ngawur
Artikel berikutnyaRuhut Sitompul Komentari Deklarasi KAMI Yang Dihadiri Banyak Tokoh