Warga Dibolehkan Miliki Senjata Api, Netizen Geram dan Bilang Ngawur

Warga Dibolehkan Miliki Senjata Api, Netizen Geram dan Bilang Ngawur
foto Ilustrasi
Jakarta – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo berharap Kapolri Jenderal Idham Aziz merevisi Peraturan Kapolri Nomor 18 Tahun 2015 tentang Perizinan senjata api, Pengawasan Dan Pengendalian Senjata Api Nonorganik Polri/TNI untuk Kepentingan Bela Diri.

Politikus Partai Golkar ini memaparkan, berdasarkan Perkap Nomor 18 tahun 2015 terdapat tiga macam pistol yang boleh dimiliki masyarakat sipil yang sudah memenuhi persyaratan. Antara lain senjata api peluru tajam, senjata api peluru karet, dan senjata api peluru gas

“Untuk pistol peluru karet dan peluru gas dibatasi untuk peluru berkaliber 9 mm. Sedangkan pistol peluru tajam, dibatasi untuk senapan berkaliber 12 GA dan pistol berkaliber 22, 25, dan 32,” katanya.

Menurut Bambang, sejumlah negara telah memperbolehkan warga sipil menggunakan senjata kaliber 9 mm.

BACA JUGA: Din Syamsuddin Deklarasikan KAMI Bersama Para Aktivis , Sepakat Kiblat Bangsa Telah Melenceng

“Sebetulnya di berbagai negara sudah memperbolehkan menggunakan pistol kaliber 9 mm. Mungkin Kapolri bisa mempertimbangkan merevisi Perkap tersebut,” kata Bambang dalam pers rilis, Minggu (2/8/2020).

Sontak saja, sejumlah netizen geram dengan usulan Bamsoet sapaan akrap dari Bambang Soesatyo tersebut, seperti terlihat sebagai berikut.

“Jangan ngawur pak! Mon maap ya polisi aja diizinin bawa pistol kudu tes psikologi dan lainnya dulu. Lah kok masyarakat sipil mau diizinin gitu aja pegang senjata. Situ sehat? Mau jadi kayak Amerika apa yang ujung-ujungnya banyak terjadi penembakan masal disana???” tulis @tikachan97.

SELANJUTNYA: Enam Pasangan Bukan Suami Istri di Kota Serang Diciduk Dari Kamar Hotel

BACA JUGA:  Omnibus Law Alasan Utama Investasi di RI