Persatuan Bangsa Yang Besar Dan Utuh Hanya Itu Keinginan Kita

1
PERSATUAN BANGSA , ilustrasi
PERSATUAN BANGSA , ilustrasi
TANGSEL – banten.indeksnews.com  – Yang dibutuhkan  Persatuan Bangsa ini adalah ruang dan waktu untuk berkontemplasi. Hingar bingar ambisi berebut kekuasaan dan perpecahan antar anak bangsa telah membawa Bangsa ini pada titik nadir. Alangkah malangnya Bangsaku coba bersatu tapi tak mampu malah makin menjauhkan kan satu sama lain.

Sejatinya, Indonesia adalah bangsa pejuang. Jika dahulu kita berjuang untuk merdeka, kini kita berjuang untuk bangkit kembali dalam semangat persatuan bangsa. Karena hanya dengan rasa solidaritas yang kuat, kita bisa bangkit untuk Indonesia .

Apakah assets bangsa Indonesia yang paling mahal? Lebih mahal daripada kemenangan pilpres, lebih mahal dari semua value BUMN dan swasta? Yaitu persatuan Persatuan Bangsa. Apa gunanya sebuah kota dengan seribu gedung gedung bilamana hancur seperti Beirut?

Muhammadyah dan NU mogok terhadap program Mendikbud. Coba lihat, efek perpecahan bangsa, bahkan program POP Mendikbud penggerak pendidikan ditolak oleh seratus ribu pesantren NU dan seratus ribu madrasah Muhammadyah. Mengapa ini sampai terjadi. Apakah sejarah ribuan tahun pesantren dan santri ini bisa disulap menjadi gojek semua. Apakah bangsa kita Indonesia ditakdirkan bisa berdaya oleh Gojek?

Perpecahan Islam disesali. Satu satunya assets persatuan bangsa hancur. Saat ini, di antara elemen bangsa tidak ada kepercayaan. Empat ribu komisaris BUMN tidak dipercaya kompetensinya oleh Ombudsman. Adian Napitupulu menuding, tidak percaya kepada Menteri BUMN.

Antara NU dan Muhammadyah pun timbul rasa tidak percaya. Anda radikal, anda ekstrem. Assets persatuan banfa hancur menjadi es krim banyak rasa, tapi meleleh kepanasan.

Satu nusa satu bangsa dikorbankan demi pilpres, akibatnya krisis ekonomi , karena hilangnya kepercayaan pasar
di antara konglomerat tidak bersatu, malah tercerai burai. Serapan anggaran belanja pemerintah saja rendah.

BACA JUGA:  Tim SAR Lakukan Pencarian pemuda tenggelam di Sungai Serayu berlanjut

Anggaran belanja pemerintah sebagai lokomotif pertumbuhan rasa Confident mendongkrak daya beli adalah kuncinya, tapi dasar semua itu adalah menghilangkan distorsi di birokrasi. Hilangkan kubu kampreters dan cebongers di kubu birokrasi. Sudahi itu. Perpecahan bangsa ini membuat Panglima besar Sudirman menangis.

Oleh: Ir. Goenardjoadi Goenawan, MM, (Alumni IPB Teknologi Pangan, dan Magister Manajemen Universitas Indonesia Lulus 1989)