Pilkada Kota Cilegon 2020, Ratu Ati Marliati dan Sokhidin Ingin Menang Bermartabat

Pilkada Kota Cilegon 2020, Ratu Ati Marliati dan Sokhidin Ingin Menang Bermartabat
CILEGON, banten.indeksnews.com – Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota pada pilkada kota cilegon 2020, Ratu Ati Marliati dan Sokhidin ingin memenangkan pilkada kota cilegon 2020 pada 9 Desember mendatang dengan bermartabat.

Hal itu dikatakannya saat menghadiri doa bersama jelang deklarasi dengan Manajemen Qolbu pimpinan Rohmanto, di Komplek Taman Cilegon Indah, Kelurahan Sukmajaya, Sabtu 8 Agustus 2020 sekitar pukul 22.00 WIB.

“Mudah-mudahan doa yang dipanjatkan bersama manajemen Qolbu pimpinan Bapak Rohmanto, para kyai, ulama, santriwan-santriwati dapat memberikan kelancaran kepada saya dan Pak Sokhidin untuk memenangkan Pilkada dengan bermartabat,” ujar Ati.

Dia mengatakan, selain ingin menang bermartabat, pihaknya juga ingin menang dengan berakhlakul karimah dan tidak ingin mendzolimi orang lain. Walaupun, pihaknya melihat cukup banyak serangan-serangan yang dilakukan oleh lawan Pilkada.

BACA JUGA: Dipanggil Bawaslu, Ini Penjelasan Ketua KPU Pandeglang Terkait Coklit Data Pemilih di Pilkada 2020

“Namun semuanya itu saya serahkan kepada Allah SWT, karena dengan bersabar dan berdoa, mudah-mudahan semua diberikan kemulian,” ujarnya.

Sementara itu, bakal calon Wakil Wali Kota Sokhidin yang hadir pada saat itu mengatakan, dirinya sudah mengenal lebih jauh terhadap Manajemen Qolbu pimpinan Bapak Rohmanto. Untuk itu, ia meminta apabila memenangkan Pilkada mendatang, ia tetap menjalani sebagai salah satu jamaah muslim yang ikut keliling pengajian.

“Karena, saat saya menjabat sebagai abdi Negara, saya mengundurkan diri karena ingin dekat dengan ulama padahal usia pension saya sekitar 8 tahun lagi. Untuk itu, saya meminta apabila menjadi Wakil Wali Kota nanti, kegiatan pengajian keliling yang sudah biasa saya lakukan akan terus berjalan,” tuturnya.(***)

BACA JUGA:  Saraswati: Anda boleh fitnah saya tapi jangan berpikir kalian bisa membohongi rakyat Tangsel