Hadiri Acara Khitanan, Puluhan Warga di Pandeglang Diduga Keracunan Makanan

Hadiri Acara Khitanan, Puluhan Warga di Pandeglang Diduga Keracunan Makanan
Pandeglang – Puluhan warga dari beberapa desa di Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, mengalami keracunan yang diduga berasal dari makanan acara khitanan di Kampung Cangkara, Desa Sukajadi, Kecamatan Carita.

Mereka yang keracunan sebelumnya menyantap makanan yang disediakan saat menghadiri acara khitanan pada Jumat (7/8/2020) lalu. Mereka diketahui keracunan pada Sabtu (8/8/2020) hingga Minggu (9/8/2020).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang Raden Dewi Setiani mengatakan, hingga Minggu (8/8/2020) tercatat ada 67 orang yang mengalami keluhan sama.

“Mereka mengeluh diare, pusing, mual, muntah dan demam, hasil penyelidikan epidemiologi seluruh pasien sudah menghadiri undangan khitanan pada Jumat,” kata Dewi.

Dinas Kesehatan Pandeglang sudah mengambil sejumlah langkah menangani kasus yang disebut sebagai wabah diare ini. Di antaranya, mengambil sampel makanan seperti karedok dan sate yang disantap oleh warga yang mengalami keluhan diare untuk dilakukan penelitian.

Penyelidikan epidemiologi pada pasien juga terus dilakukan untuk mencari tahu adanya penyebab lain terjadinya wabah diare ini.

Korban yang terus bertambah hingga mencapai puluhan orang, membuat Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pandeglang menetapkan peristiwa tersebut sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) di Kecamatan Carita.

Data dihimpun dari Dinkes Kabupaten Pandeglang, di Desa Cinoyong korbannya mencapai 24 orang dengan 2 orang dirujuk RSUD Berkah, di Kampung Cangkara Desa Sukajadi sebanyak 34 orang dan 2 orang dirujuk RSUD Berkah.

Kemudian Kampung Durung, Desa Sindang Laut terdapat 1 orang korban, Kampung Kebon Awi, Desa Sindang laut 1 orang dan Desa Janaka, Kecamatan Jiput, warga yang diduga keracunan jumlahnya sebanyak 5 orang (***)

Artikel sebelumyaBrad Binder Cetak Sejarah Baru di MotoGP Binder menjadi juara di MotoGP Brno 2020
Artikel berikutnyaHotel Le Dian Serang Diperluas, Warga Keluhkan Akses Masuk Masjid Ditutup